- Home
-
- Luar Negeri
-
- Walau Tekanan AS Menguat, ...
Walau Tekanan AS Menguat, Prancis Tetap Buka Konsulat di Greenland pada 6 Februari
Rabu, 14 Jan 2026, 18:53 WIBISTANBUL - Prancis akan membuka konsulat di Greenland pada 6 Februari mendatang, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, Rabu (14/1).
Dalam wawancara dengan radio RTL, Barrot mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk âmenegaskan keinginan kami memperdalam kehadiran dalam berbagai dimensiâ di Greenland, wilayah otonom Denmark yang belakangan kembali menjadi pusat perhatian Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan akan mengirimkan utusan pada bulan depan untuk menilai sejumlah lokasi potensial. Namun, pernyataan Barrot menegaskan bahwa kehadiran diplomatik fisik akan segera dibangun di ibu kota Greenland, Nuuk.
Percepatan pembukaan konsulat itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Eropa dan AS terkait status Greenland.
Presiden AS Donald Trump, Minggu lalu menyatakan bahwa AS harus âmengakuisisiâ Greenland guna mencegah pengambilalihan pulau tersebut oleh Russia atau Tiongkok.
Trump sebelumnya menyebut kepemilikan Greenland sebagai âkebutuhan mutlakâ bagi keamanan ekonomi AS, dan membandingkannya dengan âkesepakatan properti berskala besar.â
Greenland merupakan wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark dan selama ini menarik perhatian AS karena letaknya yang strategis serta kekayaan sumber daya mineralnya.
Denmark dan Greenland telah menolak usulan penjualan wilayah tersebut dan menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Barrot mendesak Washington untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai âpemerasanâ politik.
Ia menegaskan bahwa Greenland adalah wilayah Eropa yang berada di bawah perlindungan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan tidak ada alasan yang dapat membenarkan intervensi AS.
Menurut Barrot, konsulat Prancis di Greenland nantinya akan memiliki peran strategis yang lebih luas, tidak hanya memberikan layanan konsuler rutin bagi enam warga negara Prancis yang saat ini terdaftar di wilayah tersebut.
Konsulat itu juga diharapkan dapat mendukung para peneliti ilmiah serta membantu perusahaan-perusahaan Prancis yang ingin berinvestasi di kawasan yang kaya akan sumber daya alam tersebut.
Dengan pembukaan konsulat ini, Prancis akan bergabung dengan sejumlah kecil negara yang memiliki kehadiran diplomatik permanen di Greenland, bersama AS dan, dalam waktu dekat, Kanada. Ant/sumber: Anadolu
- Invasi AS-Greenland
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Tunggu Giliran, Gedung Putih Sebut Operasi Militer untuk Kuasai Greenland Selalu Jadi Pilihan
-
Kirim Spesialis Pertempuran Gunung, Kloter Pasukan Khusus Eropa Pertama Tiba Di Greenland
-
Siklon Harry Hantam Italia: Sisilia, Sardinia, dan Calabria Lumpuh Total
-
Pelindo: 73 Kapal Pesiar Mewah Bakal Sandar di Pelabuhan Benoa Bali Tahun Depan
-
Program Penghapusan PBB-P2 Kota Depok Mencapai Rp8,8 Miliar
-
Kemenekraf dan IAI Bahas Peran Arsitektur dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
AS Sedang Bernegosiasi dengan Denmark Perluas Pangkalan Militer di Greenland
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.