Sambut Imlek 2026, Pemprov DKI Siapkan Lomba Lampion di Sudirman-Thamrin hingga Glodok

Rabu, 14 Jan 2026, 12:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar lomba lampion di sejumlah kawasan utama ibu kota untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari. Gagasan ini disiapkan agar perayaan keagamaan di Jakarta tampil lebih semarak, inklusif, dan menarik perhatian publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kawasan Sudirman, Thamrin, hingga pecinan Glodok sebagai titik utama yang akan dilibatkan dalam konsep tersebut. Ia menilai kawasan-kawasan itu memiliki nilai simbolik dan visual yang kuat untuk dihidupkan dengan dekorasi lampion.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar lomba lampion di sejumlah kawasan utama ibu kota untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari. — Sumber: Ancol

"Mari kita rancang untuk menyambut Kiong Hi-Kiong Hi Gong Xi Fa Ca kita adakan festival yang menarik kalau perlu lampu lampionnya dilombakan di gedung-gedung yang ada di sepanjang Sudirman, Thamrin atau di Glodok dan sebagainya," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Menurut Pramono, konsep perayaan berbasis festival cahaya bukan hal baru bagi Jakarta. Ia menilai pendekatan serupa telah terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme masyarakat.

Ia mencontohkan perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 yang diramaikan dengan Jakarta Light Festival. Acara tersebut dinilai sukses besar karena mampu menciptakan ruang publik yang hidup dan ramah bagi warga.

"Supaya ini lebih semarak lebih happening dan sebagainya. Ketika acara-acara menyambut Natal dan Tahun Baru kemarin terutama hal yang berkaitan dengan Jakarta Light Festival itu benar-benar mendunia," tuturnya.

Pramono menjelaskan, Jakarta Light Festival tidak hanya menarik warga Jakarta, tetapi juga masyarakat dari wilayah penyangga seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi. Lonjakan kunjungan itu menunjukkan bahwa event tematik memiliki dampak nyata terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Ia juga menyinggung kebijakan penggratisan transportasi umum saat malam pergantian tahun. Langkah tersebut dinilai memberi akses luas bagi masyarakat untuk menikmati ruang kota tanpa hambatan biaya.

"Mereka hanya pengen foto-foto di sini. Itulah kehebatan kita yang tidak dimiliki menurut saya oleh mungkin kota-kota lain atau bangsa-bangsa lain," ujar Gubernur DKI.

Lebih jauh, Pramono mendorong jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk konsisten menghadirkan konsep kreatif dalam setiap perayaan besar. Menurutnya, Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri dapat dikemas dengan pendekatan tematik yang sama kuatnya.

Ia menilai festival-festival kota bukan sekadar hiburan, tetapi juga alat memperkuat rasa memiliki warga terhadap Jakarta. Selain itu, kegiatan semacam ini diyakini mampu menggerakkan sektor ritel, pariwisata, dan UMKM.

Pramono juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan dalam setiap penyelenggaraan acara. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib sekaligus memberikan pengalaman positif bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan ini akan membuat kita semua untuk semakin mencintai Jakarta," kata Pramono.

Ia optimistis perayaan Imlek 2026 dengan konsep lomba lampion dapat menjadi ikon baru event kota.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.