Perkuat Pertahanan Arktik, Pasukan Denmark Bertolak ke Greenland

Rabu, 14 Jan 2026, 22:37 WIB

LONDON - Denmark mulai mengerahkan peralatan militer dan pasukan pendahulu ke Greenland di tengah meningkatnya ketegangan terkait arti strategis pulau Arktik tersebut serta kembali menguatnya retorika Amerika Serikat (AS), demikian laporan media Denmark.

Penyiar lokal DR, Rabu (14/1), melaporkan bahwa satuan komando pendahulu telah dikirim ke Greenland untuk menyiapkan logistik dan infrastruktur bagi kemungkinan kedatangan pasukan Denmark dan sekutunya dalam jumlah lebih besar.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Odd Andersen

Tugas utama unit pendahulu tersebut mencakup memastikan fasilitas dan jalur pasokan siap digunakan untuk menerima pasukan utama pada tahap selanjutnya.

Penguatan pasukan tersebut diperkirakan melibatkan prajurit dari satuan Angkatan Darat Denmark guna memperkuat kehadiran Angkatan Bersenjata Denmark di pulau tersebut. Namun demikian, sebagian besar kemampuan tempur Denmark saat ini masih terikat pada komitmen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan Baltik.

Greenland merupakan wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark dan selama ini menarik perhatian AS karena letaknya yang strategis serta kekayaan sumber daya mineralnya.

Denmark dan Greenland telah menolak usulan penjualan wilayah tersebut dan kembali menegaskan kedaulatan Denmark atas pulau itu.

Sebelumnya pada Selasa (13/1), Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen sudah memastikan rencana pihaknya untuk memperkuat dan memantapkan kehadiran militer secara lebih permanen di Greenland.

“Kami kini melangkah maju menuju kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen di Greenland oleh pertahanan Denmark, sekaligus dengan partisipasi negara-negara lain,” kata Poulsen kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa sebagaimana terjadi pada 2025, ketika sejumlah negara NATO ikut serta dalam latihan dan kegiatan pelatihan di Greenland, hal serupa juga akan kembali terlihat pada 2026.

Sebelumnya pada Minggu (11/1), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS harus “mengakuisisi” Greenland untuk mencegah pengambilalihan pulau tersebut oleh Rusia atau Tiongkok.

Ia sebelumnya menyebut kepemilikan Greenland sebagai “kebutuhan mutlak” bagi keamanan ekonomi AS dan membandingkannya dengan kesepakatan properti berskala besar. Ant/Anadolu

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.