Menekraf Dorong IP Lokal Naik Kelas, Kolaborasi MRT-Tahilalats Jadi Etalase Ekonomi Kreatif Jakarta

Rabu, 14 Jan 2026, 13:00 WIB

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meresmikan pembukaan Tahilalats Station, toko kolaborasi antara MRT Jakarta dan kreator lokal Tahilalats, di Kompleks Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2025). Peresmian ini menjadi simbol kuat sinergi antara transportasi publik dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual lokal.

Teuku Riefky menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret menjadikan ruang publik sebagai etalase produk ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, kehadiran IP lokal di simpul transportasi strategis seperti MRT membuka peluang besar bagi kreator untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Ket. Foto: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meresmikan pembukaan Tahilalats Station, toko kolaborasi antara MRT Jakarta dan kreator lokal Tahilalats, di Kompleks Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2025). — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

Ia menegaskan, sektor ekonomi kreatif tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat, termasuk peran BUMD dan pemerintah daerah. Kolaborasi MRT Jakarta dengan Tahilalats dinilai mencerminkan praktik baik pengembangan parekraf yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Kolaborasi ini contoh sinergi positif antara pemerintah, BUMD, dan pelaku industri kreatif. IP lokal tidak hanya dipajang, tapi benar-benar hidup dan berinteraksi dengan publik," ujar Teuku Riefky.

Menurut dia, model seperti Tahilalats Station sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Ekonomi Kreatif yang mendorong IP Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri sebelum bersaing di pasar global. Ruang transit publik dinilai strategis untuk membangun kedekatan antara produk kreatif dan konsumen.

Menekraf juga berharap semakin banyak kolaborasi serupa yang melibatkan IP asli Indonesia di berbagai sektor, mulai dari transportasi, pariwisata, hingga ruang komersial lainnya. Hal ini diyakini dapat memperkuat nilai ekonomi sekaligus identitas budaya kreatif nasional.

"Semoga ini membangkitkan IP-IP Indonesia agar semakin kuat di dalam negeri dan mampu menembus pasar global," kata Teuku Riefky.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut kolaborasi ini selaras dengan upaya Pemprov DKI Jakarta menjadikan Jakarta sebagai kota kreatif berbasis kolaborasi. Ia menilai sektor parekraf memiliki peran penting dalam menghidupkan ruang kota dan meningkatkan minat masyarakat terhadap transportasi publik.

Rano mengungkapkan, MRT Jakarta sepanjang Desember 2025 mencatat rata-rata 141.872 pelanggan per hari, dengan Stasiun Dukuh Atas BNI sebagai salah satu simpul tersibuk. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar bagi pengembangan aktivitas ekonomi kreatif di ruang transportasi.

Tahilalats Station sendiri menghadirkan penjualan merchandise, makanan dan minuman, serta fasilitas photobox, yang dirancang sebagai ruang interaksi kreatif bagi pengguna MRT dan masyarakat umum.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh berkelanjutan bagaimana sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat tumbuh seiring dengan pengembangan infrastruktur perkotaan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kreatif nasional.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.