Sawah Terdampak Bencana, Kementan Gelontorkan Rp5 Triliun Jaga Pangan Nasional

Selasa, 13 Jan 2026, 18:28 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk memulihkan sawah yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat guna menjaga produksi pangan nasional.

"Sudah dianggarkan Pak Menteri (Pertanian Andi Amran Sulaiman) sekitar Rp5 triliun untuk itu," kata Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian ditemui usai kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Sam Herodian menjawab pertanyaan awak media ditemui usai kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa (13/1). — Sumber: ANTARA/Harianto

Dia menyampaikan anggaran rehabilitasi sawah tersebut telah disiapkan pemerintah pusat dan bersumber langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan lahan pertanian rusak terdampak bencana tersebut.

Sam menuturkan, Kementerian Pertanian menjadwalkan kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak di Aceh pada Kamis (15/1), sebagai tanda dimulainya penanganan terpadu lintas wilayah terdampak bencana.

Peresmian pemulihan sawah terdampak bencana itu dijadwalkan akan dipimpin langsung Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

Selain Aceh, penanganan serupa juga dilakukan serentak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dengan kehadiran tim teknis Kementerian Pertanian untuk mempercepat proses rehabilitasi sawah terdampak bencana.

"Jadi hari Kamis (15/1 red.) pagi acara di Aceh untuk groundbreaking, artinya start untuk rehabilitasi lahan yang terdampak untuk tiga provinsi. Jadi Pak Menteri posisinya di sana (Aceh), tapi teman-teman ada di Sumatera Utara, juga di Semata Barat," jelas Sam.

Lebih lanjut dua mengatakan Kementerian Pertanian bertanggung jawab menangani sawah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, sementara kerusakan berat akan dikoordinasikan bersama kementerian teknis lain sesuai kewenangan masing-masing secara terintegrasi.

"Jadi bukan Kementerian Pertanian semua, kalau yang berat PU (Kementerian Pekerjaan Umum) nanti, kalau yang sedang sampai ringan dari kami. Di kami akan membentuk kembali lahannya sampai menanam (pertanian), kita tangani, sampai bantuan peralatan (alat mesin pertanian)," beber Sam.

Langkah rehabilitasi mencakup pembentukan kembali struktur lahan, perbaikan saluran, hingga pendampingan penanaman dan bantuan alat mesin pertanian agar sawah segera kembali produktif dan bisa ditanami petani.

Pemerintah menargetkan seluruh rehabilitasi sawah terdampak dapat diselesaikan pada musim tanam pertama, sehingga petani tetap dapat berproduksi dan tidak kehilangan kesempatan tanam sebagai kontribusi ketahanan pangan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan tidak akan ada biaya yang dibebankan kepada petani dalam perbaikan sawah yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera dan seluruh tahapan akan dipastikan berjalan cepat.

“Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali seperti jadi sawah dan kami kirim peralatan, bantuan, benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” kata Mentan saat meninjau bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12).

Terpisah, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan pemerintah mempercepat pemulihan sektor pertanian hingga peternakan pascabencana di wilayah Sumatera, agar kembali berproduksi.

Ditemui dalam pelepasan bantuan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk korban bencana Sumatera, di Jakarta, Rabu (31/12), Sudaryono menyampaikan berdasarkan pendataan awal, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana, dengan sekitar 11 ribu hektare di antaranya mengalami puso akibat kerusakan berat.

“Lahan yang mengalami puso ini sudah tidak berbentuk sawah lagi. Untuk itu, Kementerian Pertanian akan melakukan perbaikan melalui program cetak sawah, termasuk penyediaan benih dan alat mesin pertanian agar lahan bisa kembali produktif,” kata Sudaryono.

  • ketahanan pangan nasional
  • kementan
  • bencana sumatera
  • sawah terdampak bencana

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Kunjungi Sido Muncul, Delegasi Taiwan Jajaki Kerja Sama Tanaman Obat dan Herbal

DPR RI Ingin UMKM Naik Kelas Melalui Pemenuhan Standar dan Sertifikasi

Semangat Kemerdekaan, Solidaritas Sosial dengan Korban Gempa NTT

Perjuangan Warga Perang Tiket demi Bisa Mengikuti Upacara Peringatan HUT RI di Istana

Pengunjung Ragunan pada HUT ke-81 RI Diprediksi Sebanyak 30 Ribu Orang

Ini 3 Agenda Prioritas Kemkomdigi untuk Perkuat Kedaulatan Digital

Nasib Veteran Jadi Prioritas Pemkot Cirebon, Pendataan Kondisi Dilakukan Berkala

Gandeng 10.530 Warga, Ini Komitmen Gubernur Pramono dan KPK Berantas Korupsi

Karhutla Bromo Belum Sepenuhnya Aman, Kemenhut Lakukan Pendinginan dan Penyisiran Bara

PLN Sukses Kawal HUT ke-81 RI dengan Pasokan Listrik Berlapis.

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka

ITB Ultra Marathon 2026 Rute Jakarta-Bandung: Gubernur Pramono Beri Dukungan Penuh

Gerebek Sampah Kalijodo: Pemprov DKI, TNI, dan Polri Bersihkan Lingkungan di Bantaran Kali

HUT Ke-81 RI, Pemimpin Arab hingga Putin Sampaikan Ucapan Selamat

Agar Tepat Sasaran, KKP Identifikasi Korban Gempa dari Kalangan Nelayan di NTT

Gandeng Kejati DKI Baru, Apa Saja Tugas Besar Hukum yang Disorot Pramono?

Pemprov DKI Gelar JAKI & Fellowship Cities Forum 2026, Bahas Transformasi Digital

Remisi HUT Ke-81 RI, 7.555 Warga Binaan Jakarta Dapat Pengurangan Hukuman

KemenPU Minta Pemda Segera Kirim Data Infrastruktur Terdampak Gempa Flores, Penanganan Diprioritaskan

Upacara Kemerdekaan di IKN Khidmat, Ribuan Peserta Hadir Meriahkan HUT RI

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.