Sabalenka Kembali ke Australian Open dengan Tekad Kuat Rebut Gelar
Selasa, 13 Jan 2026, 09:16 WIBLONDON â Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka kembali memasuki Australian Open dengan status favorit utama. Namun, berbeda dari dua tahun sebelumnya, petenis Belarusia itu tiba di Melbourne tanpa membawa status juara bertahan maupun momentum kemenangan beruntun di turnamen pembuka musim tersebut.
Rentetan 20 kemenangan beruntun Sabalenka di Grand Slam awal musim terhenti pada laga final tahun lalu, ketika kejutan datang dari petenis Amerika Serikat Madison Keys. Kekalahan itu menggagalkan upaya Sabalenka mempertahankan gelar sekaligus mengejar tiga gelar Australian Open beruntun, prestasi langka yang terakhir kali dicapai Martina Hingis pada 1999.
Meski demikian, Sabalenka mampu bangkit dari kekecewaan tersebut. Ia juga harus menelan pil pahit setelah kalah di final Prancis Open dan tersingkir di semifinal Wimbledon, sebelum akhirnya menutup musim dengan manis lewat gelar US Open, trofi Grand Slam keempat dalam kariernya. Modal itu membuatnya kembali siap bersaing memperebutkan gelar di lapangan keras biru Australia.
âSejujurnya, tidak ada perbedaan,â ujar Sabalenka mengenai pola pikirnya jelang tampil di Melbourne Park, meski tak lagi memegang Daphne Akhurst Memorial Cup. Saya selalu fokus pada diri sendiri, pada perkembangan permainan saya, dan memastikan saya berada di kondisi 100 persen. Itu fokus saya setiap saat,â lanjutnya.
Empat tahun lalu, servis Sabalenka sempat menjadi titik lemah di Australia. Namun kini, pukulan awalnya telah berevolusi menjadi senjata utama. Ditambah variasi drop shot serta kecerdikan taktik yang semakin matang, Sabalenka menjelma menjadi kekuatan yang kian sulit dibendung.
Musim lalu, ia meraih empat gelar, terbanyak di tur WTA, dan tampil di sembilan final, menegaskan konsistensinya di level tertinggi. Perjalanan impresif itu sempat terhenti secara mengejutkan setelah kalah dari Elena Rybakina di final WTA Finals, hasil yang menutup musimnya secara mendadak.
Namun, kekalahan tersebut justru memacu motivasinya. Sabalenka kini kembali ke Melbourne dengan ambisi menembus final Australian Open untuk keempat kalinya secara beruntun. Pada usia 27 tahun, ia juga mengincar final Grand Slam ketujuh berturut-turut di lapangan keras, pencapaian yang hanya pernah diraih Hingis dan Steffi Graf di era profesional sejak 1968.
âSaya selalu sangat termotivasi setiap datang ke Australia,â ujar Sabalenka, yang membuka musim ini dengan mempertahankan gelar Brisbane International tanpa kehilangan satu set pun.
âSaya senang bermain di sini dan ingin bertahan selama mungkin. Tentu saja, mengingat final Australian Open tahun lalu, saya ingin melakukan sedikit lebih baik kali ini.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kemenkop Sebut 2.500 Gerai Kopdes Merah Putih Siap Digunakan
-
Peluang Ekspor Pupuk Menggoda, Pupuk Indonesia: Jangan Sampai Petani Kekurangan
-
Libur Lebaran Bikin Bandung Kebanjiran Duit, Perputaran Wisata Tembus Rp31,6 Miliar
-
Basket NBA: Brown dan Tatum Antar Celtics Hancurkan Bucks, Rookie Mavs Flagg Cetak 51 Poin
-
Final Four Proliga 2026: Seri Ketiga di Semarang Dipastikan Berlangsung Ketat
-
Benarkah Orangtua Dapat Bergantung pada PP Tunas agar Anak Tak Gila Gadget
-
Sering Terdampak Banjir, Puskesmas Sintuk Dipindah ke Lokasi Baru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.