Pulihkan Pendidikan Pascabencana, Dompet Dhuafa Renovasi Sejumlah Sekolah di Sumatra

Selasa, 13 Jan 2026, 14:45 WIB

PIDIE JAYA – Hantaman banjir meluluhlantakkan bangunan sekolah di tiga provinsi di Pulau Sumatra. Lumpur memadati setiap ruang kelas dan halaman sekolah. Perlu penanganan dan perbaikan untuk kembali dapat berfungsi.

Di masa pemulihan, Dompet Dhuafa menjaga asa pendidikan anak-anak penyintas bencana dengan melakukan renovasi sejumlah sekolah terdampak banjir dan menghadirkan puluhan sekolah darurat di tiga provinsi.

Ket. Foto: Dompet Dhuafa melakukan renovasi sejumlah sekolah terdampak banjir dan menghadirkan puluhan sekolah darurat di tiga provinsi Sumatra. — Sumber: IST

Mengawali semester baru di 2026, pada Senin (12/1) pagi, Dompet Dhuafa menyalurkan kebaikan para donatur dengan merenovasi SD Negeri 03 Meureudu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4, Meurah Dua, Pidi Jaya, Aceh.

Pembersihan area sekolah dari lumpur sisa banjir, perbaikan sejumlah bagian yang rusak hingga pengecatan dinding sekolah telah rampung dikerjakan oleh Dompet Dhuafa melalui DD Konstruksi.

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Abu Rohmad, SAg., MAg., mengapresiasi kinerja Dompet Dhuafa dalam pemulihan di bidang pendidikan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dompet Dhuafa atas bantuan pembangunan sekolah darurat di MIN 1 Pidie Jaya,” kata Abu Rohmad saat kunjungan sore ke pembangunan sekolah darurat di MIN 1 Pidie Jaya.

“Bantuan ini sangat berarti dalam memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan pascabencana. Kami berharap dukungan serupa juga dapat menjangkau sekolah-sekolah lain yang terdampak dengan kerusakan berat, serta membantu pemenuhan sarana pendidikan bagi para siswa,” katanya.

Sebelumnya, Herdiansah, selaku Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa telah meresmikan kembali aktifnya SD Negeri 03 Meureudu.

"Alhamdulillah hari ini dapat kita saksikan bersama, kembali aktifnya SD Negeri 03 Meureudu, di Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh. Senang melihat anak-anak kembali bersekolah setelah selesai perbaikan gedung sekolahnya,” katanya.

“Semoga ini dapat menjadi penjaga asa bagi pendidikan anak-anak di sini. Ini menjadi awalan, insyaa Allah akan ada beberapa perbaikan sekolah di wilayah lain dan kami juga akan menghadirkan puluhan sekolah darurat di wilayah terdampak banjir di tiga provinsi di Sumatra ini,” lanjutnya.

Di waktu yang sama Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp, MPH mengatakan Pemkab Pidie Jaya mengapresiasi dan mengungkapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas bantuan dan kepeduliannya dalam renovasi SDN 3 Meureudu pascabanjir.

“Semoga dengan perbaikan sekolah dan bantuan alat sekolah ini, anak-anak semakin semangat dalam belajar. Kami juga berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut bagi sekolah lain yang rusak parah akibat banjir, seperti MIN 1 Pidie Jaya, MIN 4 Pidie Jaya, dan SMPN 1 Pidie Jaya,” kata Munawar.

Saat peresmian renovasi sekolah, Dompet Dhuafa juga membagikan paket school kit, amanah dari para donatur.

Berdasarkan pantauan dari tim Respon Darurat Pendidikan (RDP) Dompet Dhuafa ada lebih dari 2.300 siswa terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra.

Sejak diterjunkan pada Desember lalu, tim RDP Dompet Dhuafa melibatkan 234 relawan, dan sudah mengintervensi 23 sekolah, membantu 209 guru, serta 2.341 siswa.

Menilik data yang bersumber BNPB 12 Januari 2026, di Provinsi Aceh terdapat kerusakan di fasilitas pendidikan sebanyak 1.312 buah, di Provinsi Sumatra Utara terdapat 1.217 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dan Sumatra Barat terdapat 659 fasilitas pendidikan yang rusak. Selain fasilitas pendidikan, Dompet Dhuafa juga membangun asa dengan membangun rumah sementara bagi penyintas yang terdampak.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut mengapresiasi kinerja Dompet Dhuafa pasca-bencana Sumatra.

“Saya mengapresiasi Dompet Dhuafa yang berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh Tengah dalam menghadirkan Rumah Hunian Sementara bagi masyarakat. Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan untuk mempercepat pemulihan dan menjaga harapan masyarakat,” kata Tito

  • Pemulihan bencana

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.