Cuaca Ekstrem Landa Bantul, BPBD Pastikan Tak Ada Warga Mengungsi
Selasa, 13 Jan 2026, 17:50 WIBBANTUL - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (12/1) sore tidak sampai memicu pengungsian warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul memastikan seluruh warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing.
âSejauh ini, tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Senin (12/1) sore,â kata Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Selasa.
Antoni menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Berdasarkan laporan sementara, dampak tercatat pada 12 rumah warga, lima akses jalan, empat titik jaringan listrik, satu pekarangan, satu fasilitas umum masjid, serta satu aliran sungai.
âTidak ada korban jiwa dan korban luka dari kejadian itu. Untuk estimasi kerugian dari kerusakan, sampai saat ini masih dalam pendataan,â ujarnya.
Menurut Antoni, sebaran dampak cuaca ekstrem terjadi di berbagai wilayah Bantul. Lokasi terdampak antara lain Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan; Kalurahan Guwosari dan Triwidadi, Kapanewon Pajangan; Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu; serta Kalurahan Gilangharjo dan Caturharjo, Kapanewon Pandak.
Selain itu, kerusakan juga dilaporkan di Kalurahan Ringinharjo, Palbapang, dan Trirenggo di Kapanewon Bantul; Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret; hingga Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan.
BPBD Bantul mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras dan angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
âMasyarakat juga kami imbau agar selalu berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, forum pengurangan risiko bencana (FPRB), lembaga terkait, dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan,â kata Antoni.
Sementara itu, Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah menambahkan, hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di 24 lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah.
Hingga saat ini, upaya penanganan dan asesmen atau pendataan dampak cuaca ekstrem masih berlangsung.
Redaktur: Eko S
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PT KAI Tutup 172 Perlintasan Sebidang
-
Lolos ke Babak 16 Besar, Fajar/Fikri Tak Ingin Terbebani Status Juara Bertahan di China Open 2026
-
Penglipuran Village Festival 2026 Masuk Karisma Event Nusantara, Perkuat Promosi Wisata dan Pelestarian Budaya
-
Bank Dunia Bakal Hentikan Pinjaman ke Tiongkok pada 2031, Ini Sikap Beijing
-
Potensi Hujan disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Sumut
-
Cuaca Ekstrem, Kamboja Keluarkan Peringatan Perjalanan Laut, Dampak 3 Siklon Mengintai
-
Jepang Berhasil Uji Roket yang Dapat Digunakan Kembali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.