Tekanan Global Menguat, Rupiah Minim Ruang Napas di Hari Kedua

Senin, 12 Jan 2026, 23:59 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan, seiring kuatnya sentimen negatif dari dalam negeri maupun global. Ketidakpastian arah kebijakan global, pergerakan dolar AS, serta kehati-hatian investor membuat arus modal cenderung defensif, sehingga rupiah sulit bangkit dalam jangka pendek meski fundamental domestik relatif terjaga.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan rupiah melemah terhadap dolar AS seiring membaiknya data tenaga kerja AS yang memperkuat sentimen global.

Ket. Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto

Tekanan juga diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian global setelah pernyataan terkait Ketua The Fed Jerome Powell dan arah kebijakan suku bunga.

Menurutnya, rupiah masih berpotensi berada di bawah tekanan pada perdagangan berikutnya karena sentimen global yang belum menunjukkan perbaikan.

Karenanya, Josua memproyeksikan kurs rupiah terhadap dolar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (13/1) bergerak di kisaran Rp16.800 – Rp16.900 per dolar AS dengan kecenderungan melemah.

Sementara itu, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berada dalam tren pelemahan seiring sikap investor yang cenderung berhati-hati dan menghindari aset berisiko menjelang rilis data inflasi AS.

Antisipasi terhadap data penting tersebut mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dolar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (13/1), bergerak di kisaran Rp16.800–Rp16.900 per dolar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (12/1), bergerak melemah 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.855 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.819 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan kurs rupiah melemah didominasi sentimen global.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh masih kuatnya dolar AS yang ditopang oleh tingginya imbal hasil US Treasury serta sikap investor global yang cenderung berhati-hati,” katanya.

Kendati muncul isu intervensi pemerintah AS terhadap The Fed, lanjutnya, pasar menilai hal tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap arah kebijakan moneter AS.

Investor disebut masih menunggu sinyal yang lebih jelas terkait penurunan suku bunga, sehingga dolar AS tetap menjadi aset aman.

Melihat sentimen sisi domestik, rilis data penjualan eceran yang tumbuh 1,5 persen secara bulanan (month-to-month) dinilai mencerminkan daya beli masyarakat relatif terjaga.

Namun, sentimen positif ini dianggap belum cukup kuat menahan tekanan eksternal, mengingat pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek lebih dipengaruhi oleh faktor global dan arus modal.

Selain itu, kehadiran otoritas moneter melalui langkah stabilisasi di pasar valas mampu menahan volatilitas, tetapi belum cukup membalikkan arah pergerakan rupiah di tengah tekanan global yang masih dominan.

“Ke depan, pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, arah kebijakan The Fed, serta perkembangan sentimen risiko global,” kata Taufan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.853 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.834 per dolar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.