Bulog Buka Opsi Ekspor, Negara Tetangga Jadi Sasaran

Senin, 12 Jan 2026, 18:02 WIB

JAKARTA – Rencana ekspor beras mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kecukupan stok dan stabilitas produksi dalam negeri. Di satu sisi, kebijakan ini membuka peluang nilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia di pasar regional.

Namun di sisi lain, ekspor beras juga menuntut kehati-hatian agar tidak berujung pada gejolak harga domestik. Kunci utamanya terletak pada timing, besaran volume, dan transparansi data stok, supaya ekspor benar-benar jadi strategi surplus, bukan bumerang bagi konsumen.

Ket. Foto: Arsip foto - Sejumlah buruh tani di Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memasukkan padi ke dalam karung dalam suasana panen di daerah itu. — Sumber: ANTARA/ Harianto

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan rencana ekspor beras tahun ini kemungkinan menargetkan negara-negara tetangga Indonesia dan negara-negara yang membutuhkan.

"Kita sudah siapkan. Kalau masalah ekspor itu perdagangan, bukan Bulog langsung. Tapi kita targetnya adalah negara tetangga dulu, negara-negara tetangga kemudian negara-negara yang membutuhkan," ujar Rizal di Jakarta, Senin (12/1).

Menurut dia, negara-negara yang membutuhkan, contohnya seperti bantuan ke Palestina, bantuan-bantuan ke daerah-daerah konflik.

Ia mengatakan bahwa ekspor beras tersebut baru rencana dan belum dilaksanakan.

"Ini belum dilaksanakan, ini baru disiapkan barangnya," kata Rizal.

Sebagai informasi, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan pihaknya dalam menghadapi ekspor beras tahun ini dengan menyiapkan 1 juta ton beras premium, usai Indonesia mencapai swasembada komoditas pangan tersebut.

Rizal menyampaikan rencana ekspor satu juta ton beras premium itu juga menjadi agenda utama pembahasan Bulog dalam rapat kerja internal, guna mematangkan strategi pelaksanaan secara menyeluruh.

Meski begitu, ia menuturkan kebijakan ekspor tersebut tetap diselaraskan dengan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sehingga kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi seiring target berlanjutnya swasembada pangan pada tahun mendatang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Rizal menegaskan rencana ekspor beras tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan dalam negeri karena stok Bulog yang ada saat ini sekitar 3,25 juta ton.

Ia mengutarakan harapannya agar kesiapan ekspor itu memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia sebagai negara swasembada yang mampu memasok pangan ke luar negeri secara konsisten dan berkelanjutan.

Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman.

Dia menegaskan ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis di tengah peningkatan produksi petani dalam negeri.

  • Ekspor beras

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.