BMKG Ingatkan Potensi Banjir-Longsor di Jawa Tengah hingga Februari
Senin, 12 Jan 2026, 09:20 WIBCILACAP â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi terjadinya banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Jawa Tengah seiring masih tingginya curah hujan yang diprakirakan berlangsung hingga dasarian (10 hari) kedua Februari 2026.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Senin (12/1), mengatakan berdasarkan data yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah terkait dengan hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH) per 10 Januari 2026, sebagian besar wilayah provinsi itu masih mengalami hujan hingga pembaruan data terakhir.
âSebagian wilayah Jawa Tengah bagian tengah hingga selatan berada pada kategori sangat pendek, yakni satu sampai lima hari tanpa hujan. Sementara itu, beberapa titik di wilayah Cilacap dan Banyumas masuk kategori pendek, enam hingga 10 hari tanpa hujan,â katanya.
Sementara berdasarkan analisis curah hujan dasarian pertama Januari 2026 (1-10 Januari), kata dia, BMKG mencatat kondisi curah hujan di Jawa Tengah secara umum berada pada kategori menengah hingga tinggi.
Menurut dia, wilayah Jawa Tengah bagian timur tercatat berada pada kategori hujan rendah hingga menengah, sedangkan Kabupaten Jepara dan Kudus serta sebagian besar wilayah Demak masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi.
âBMKG juga memprediksi pada dasarian kedua Januari 2026, peluang curah hujan menengah dengan probabilitas lebih dari 60 persen terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah,â katanya.
Akan tetapi, kata dia, sejumlah wilayah, seperti sebagian Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Demak, Rembang, dan Grobogan diprakirakan memiliki peluang curah hujan menengah yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.
Selain itu, lanjut dia, peluang curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan probabilitas lebih dari 60 persen diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan, serta sebagian wilayah Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara.
Lebih lanjut, dia mengatakan prediksi deterministik BMKG menunjukkan pada dasarian kedua dan ketiga Januari 2026, curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi.
âKondisi tersebut diprakirakan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026, meskipun wilayah Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung berada pada kategori curah hujan rendah,â katanya.
Terkait dengan kondisi tersebut, dia mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dan daerah rawan bencana.
âMasyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan iklim dari BMKG serta mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan risiko bencana,â kata Teguh.
Berita Terkait:
-
Ada Demo Mahasiswa di Jakpus, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan
-
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo.
-
Tak Lolos SPMB, Disdik Batam Siapkan Subsidi Biaya Pendidikan Bagi Siswa Kurang Mampu
-
Danantara Terbitkan Obligasi Dolar Perdana, Bidik Dana hingga US$1 Miliar
-
Dibintangi Tretan Muslim, Film "Foufo" Padukan Kisah Alien dengan Drama Keluarga Madura
-
BMKG Prakirakan Seluruh DKI Jakarta Berawan pada Selasa Siang hingga Sore
-
Targetkan Tembus Empat Besar, PP. PBVSI Resmi Lepas Timnas Voli Putra Senior dan Putri U-18 ke Ajang Internasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.