Pinjol Naik Drastis, Akademisi Unismuh Tuding Literasi Risiko Rendah

Minggu, 11 Jan 2026, 02:30 WIB

Makassar - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr Rendra Anggoro, menilai lonjakan utang pinjaman online (pinjo)l salah satunya diakibatkan lemahnya literasi tentang risiko.

Rendra dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (10/1) mengatakan, banyak peminjam terjebak pola mengambil keputusan jangka pendek.

Ket. Foto: Kampus Unismuh Makassar. — Sumber: Antara

“Individu sering mengabaikan risiko beban bunga tinggi di masa depan demi memenuhi kebutuhan instan saat ini,” katanya.

Pada level praktik, Rendra menilai kesalahan yang kerap terjadi adalah peminjam hanya terpaku pada bunga harian yang terlihat kecil, tanpa menghitung akumulasi biaya admin, provisi di muka, dan total beban efektif.

Di saat yang sama, kata dia, banyak yang menggunakan pinjaman jangka pendek untuk kebutuhan rutin, sehingga membuka jalan pada praktik memperpanjang utang dengan utang baru.

“Kesalahan paling fatal adalah optimisme bias. Peminjam mengabaikan rasio cicilan maksimal terhadap pendapatan, lalu terjadi mismatch tenor. Akhirnya, orang membayar bunga dengan utang baru dan itu menghancurkan ketahanan finansial,” ujar Wakil Dekan III FEB Unismuh Makassar itu.

Menurut dia, persoalan diperberat oleh cara kerja platform digital yang agresif mendorong penawaran kepada pengguna.

Algoritma dan kemudahan proses pengajuan disebut sering mengeksploitasi rendahnya literasi risiko, sehingga pinjaman yang tampak ringan di awal berubah menjadi beban yang menumpuk.

Lebih jauh dijelaskan, utang pinjol tidak semata mencerminkan kebutuhan modal produktif, melainkan pergeseran fungsi pinjaman menjadi penyangga konsumsi harian. Ia mengaitkannya dengan stagnasi upah riil dan biaya hidup yang kian tinggi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) atau pinjol tembus Rp94,85 triliun per November 2025.

Angka tersebut tumbuh 25,45 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp90,99 triliun. Di tengah kemudahan akses pinjaman melalui gawai, peningkatan utang tersebut menjadi sinyal kerentanan ekonomi rumah tangga yang perlu diwaspadai.

“Lonjakan utang pinjol hingga Rp94,85 triliun merupakan alarm kerentanan ekonomi rumah tangga. Pergeseran fungsi pinjaman dari modal produktif menjadi penyangga konsumsi harian membuat banyak orang masuk dalam siklus utang gali lubang tutup lubang,” kata Rendra.

  • Utang Pinjol

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.