Terjadi Lagi! Usai Santap MBG, Puluhan Siswa SMKN 11 Semarang Alami Mual

Jumat, 09 Jan 2026, 18:55 WIB

SEMARANG - Sedikitnya 75 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 11 Semarang dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing, hingga sakit perut setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah Haris Wahyudi saat dikonfirmasi di Semarang, Jumat, membenarkan kejadian tersebut dan seluruh siswa yang melapor berasal dari satu sekolah.

Ket. Foto: Ilustrasi penyiapan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). — Sumber: ANTARA/Rivan Awal Lingga

Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/1), dengan gejala mulai dirasakan siswa sekitar pukul 16.00 WIB, atau beberapa jam setelah menyantap MBG di sekolah.

"Sekitar jam 16.00 WIB itu ada beberapa siswa yang mengalami gejala, seperti mual-mual, kemudian pusing seperti itu. Itu kita data 75 anak yang melaporkan," katanya.

Dari 75 siswa yang mengalami gejala tersebut, empat siswa sempat dirawat di rumah sakit, dan dua diantaranya sudah diperbolehkan pulang, sedangkan siswa lainnya hanya menjalani perawatan di rumah.

Ia menyebutkan bahwa jumlah siswa SMKN 11 Semarang tercatat mencapai sekitar 1.400 orang dan semua mengonsumsi menu MBG, namun hanya sebagian kecil yang dilaporkan mengalami gejala tersebut.

Dari laporan yang diterima, kata dia, saat kejadian peserta didik merasa ada yang aneh dari menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut, tidak seperti hari-hari biasanya.

Apalagi, program MBG sudah berjalan sejak Agustus 2025 di SMKN 11 Semarang dan baru kali ini terjadi kejadian semacam itu.

"Memang ada laporan dari siswa agak bau, seperti itu agak beda," katanya, menyampaikan laporan dari siswa.

Untuk menu MBG yang dikonsumsi siswa saat itu, antara lain nasi, oseng labu, perkedel tahu, ayam suwir, dan buah semangka.

Dari dugaan sementara, kata dia, keluhan berasal dari lauk ayam yang dirasa basi, namun penyebab pasti masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.

Sebagai langkah awal, ia menegaskan bahwa penyaluran MBG di sekolah tersebut dihentikan sementara, sembari dilakukan evaluasi bersama sejumlah pihak terkait, termasuk tim Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.

"Jadi, sementara (MBG) dihentikan, sambil dievaluasi atau dicari penyebabnya. Itu kan baru dugaan ya, masalah makanan basi," katanya.

Yang jelas, kata dia, pihaknya memastikan penanganan terhadap siswa telah dilakukan cepat, yakni siswa yang mengalami gejala langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Ant

  • Kasus Keracunan Program MBG

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.