Russia Bombardir Kyiv Setelah Menolak Rencana Perdamaian

Jumat, 09 Jan 2026, 09:21 WIB

KYIV - Serangan Russia di ibu kota Ukraina dan pinggirannya menewaskan sedikitnya tiga orang, kata walikota Kyiv pada hari Jumat (9/1). Angkatan udara mengeluarkan peringatan rudal di seluruh negeri.

Serangan di Kyiv memicu kebakaran dan merusak gedung apartemen, "tiga tewas dan 13 luka-luka," menurut Walikota Vitali Klitschko.

Ket. Foto: Orang-orang melihat bangunan tempat tinggal yang rusak parah setelah serangan Russia di Ternopil, Ukraina, pada hari Rabu, 19 November 2025. — Sumber: CTV News

Ia juga mengatakan seorang petugas medis tewas saat merespons serangan drone di sebuah gedung perumahan yang terkena serangan kedua kalinya. Belum jelas apakah petugas medis tersebut termasuk dalam jumlah korban sementara.

Gubernur regional Mykola Kalashnyk mendesak warga untuk tetap berada di dalam tempat perlindungan sampai sirene serangan udara berhenti berbunyi.

Angkatan udara negara itu memperingatkan "seluruh Ukraina berada di bawah ancaman rudal" setelah mengkonfirmasi bahwa pesawat pengebom Russia telah terbang.

Di kota Lviv di barat, angkatan bersenjata mengatakan sebuah rudal balistik menghantam "fasilitas infrastruktur" tepat sebelum tengah malam.

Wali Kota Lviv, Andriy Sadovy, mengatakan bahwa militer Ukraina berhak menentukan apakah rudal Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir telah digunakan.

Setelah serangan itu, administrasi militer regional mengatakan bahwa tingkat radiasi berada dalam kisaran normal.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Kedutaan Besar AS di Kyiv memperingatkan pada hari Kamis bahwa "serangan udara yang berpotensi signifikan" dapat terjadi kapan saja dalam beberapa hari ke depan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengulangi peringatan langka tersebut dalam pidatonya malam itu.

Moskow pada hari Kamis menyebut Kyiv dan sekutunya sebagai "poros perang" dan menolak proposal pasca-perang terbaru yang disusun pada pertemuan puncak di Paris.

Rencana tersebut mencakup mekanisme pemantauan yang dipimpin AS dan pasukan multinasional Eropa yang akan dikerahkan setelah pertempuran berhenti.

Namun, menyebut jaminan keamanan yang diusulkan sebagai "militeristik", Moskow memperingatkan bahwa pasukan penjaga perdamaian Barat mana pun yang dikirim ke Ukraina akan menjadi sasaran tembakan Russia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.