Produk Durian Beku Indonesia Resmi Masuk Pasar Tiongkok
Jumat, 09 Jan 2026, 11:05 WIBJAKARTA - Produk durian beku asal Indonesia resmi masuk dan didistribusikan langsung ke pasar Tiongkok melalui Pelabuhan Qinzhou.
Pengiriman perdana dilepas Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada 15 Desember 2025 lalu dan tiba di Pelabuhan Qinzhou pada 6 Januari 2026, setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan kepabeanan dan standar karantina.
âDiterimanya durian beku Indonesia di China membuktikan bahwa sistem karantina nasional telah diakui dan dipercaya mampu menjamin standar kesehatan dan mutu produk sesuai persyaratan internasional,â kata Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Barantin menyebutkan pengiriman perdana durian beku Indonesia ke Tiongkok tersebut memiliki volume sekitar 48 ton.
Ia menjelaskan penerimaan durian beku tersebut merupakan implementasi protokol karantina ekspor durian beku yang telah disepakati secara resmi antara otoritas Indonesia dan Tiongkok melalui konsultasi teknis dan kerja sama bilateral dalam beberapa tahun terakhir.
Kepercayaan pasar Tiongkok, lanjut Sahat, dibangun melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh dari hulu hingga hilir, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman, guna memastikan aspek keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan mutu produk.
Penerimaan perdana durian beku Indonesia tersebut juga mendukung pengembangan Pusat Perdagangan Buah China-ASEAN sebagai simpul logistik utama perdagangan buah kawasan Asia Tenggara dengan fasilitas kepabeanan dan pemeriksaan terintegrasi.
Pada 2025, Pelabuhan Qinzhou mengoperasikan 44 rute pelayaran ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari Koridor Baru DaratâLaut Barat Tiongkok.
Sementara itu, dengan dibukanya Terusan Pinglu pada 2026, Pelabuhan Qinzhou diproyeksikan menjadi jalur laut strategis wilayah barat daya Tiongkok yang mampu menurunkan biaya logistik produk pertanian ASEAN hingga 30 persen.
Sahat mengatakan peran karantina tidak hanya terbatas pada pengendalian risiko organisme pengganggu tumbuhan karantina, tetapi juga berperan mendukung ekspor nasional dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.
Ia menambahkan capaian ekspor durian beku tersebut menjadi pijakan untuk memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia lainnya.
âCapaian ini menjadi pijakan untuk memperluas ekspor produk pertanian Indonesia lainnya, dengan dukungan sistem karantina yang kuat dan kerja sama internasional yang berkelanjutan,â kata Sahat.
Kegiatan penerimaan perdana durian beku Indonesia di Qinzhou turut dihadiri Konselor Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok, perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia, Wakil Wali Kota Qinzhou, serta pejabat kawasan industri TiongkokâMalaysia Qinzhou.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
China Kecam Penyitaan Kapal oleh AS di Karibia dan Tegaskan Dukungan bagi Venezuela
-
Kurangi Kebergantungan Impor, RI Punya Potensi Besar untuk Swasembada Pangan
-
Perundungan Masih Terjadi di Masyarakat Jakarta
-
Penataan Kabel Utilitas yang Semrawut di Jakarta
-
Filipina, Jepang dan Malaysia Alami Darurat Pangan, Indonesia Harus Tingkatkan Level Kewaspadaan
-
Media Diminta Jaga Etika
-
Kalau Tidak Segera Sadar, Ibarat Penyakit, RI Menuju Kanker Stadium Empat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.