Energi Terbarukan Lampaui Target Nasional, Ini Kata Kementerian ESDM

Jumat, 09 Jan 2026, 01:15 WIB

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sektor ketenagalistrikan mencapai 16,3 persen pada 2025, melampaui target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 15,9 persen.

“Kalau khusus di ketenagalistrikan, itu (bauran EBT) tercapai 16,3 persen. Itu di atas RUKN yang hanya menargetkan 15,9 persen,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi ketika ditemui setelah Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi memberi keterangan ketika ditemui setelah Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1). — Sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri

Akan tetapi, apabila dihitung bauran energi secara keseluruhan yang meliputi penerapan biodiesel dan lain-lain, bauran EBT-nya sebesar 15,75 persen. Angka tersebut naik 1,1 persen apabila dibandingkan dengan bauran EBT pada 2024 yang sebesar 14,65 persen.

Eniya meyakini pada 2026, pelaksanaan Commercial Operation Date (COD) pembangkit EBT yang meliputi PLTA Merangin, PLTA Batang Toru, dan lain-lainnya dapat mendongkrak bauran EBT Indonesia.

“Itu nanti pasti mendongkrak jadi 16 sekian, target di renstra itu 17 (persen),” ucap Eniya.

Secara terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan penambahan bauran EBT sepanjang 2025 sebenarnya cukup besar. Capaian total kapasitas pembangkit terpasang EBT sampai dengan Desember 2025 tercatat sebesar 15.630 MW.

Tambahan kapasitas pembangkit EBT tersebut merupakan yang terbesar selama 5 tahun terakhir.

“Sebenarnya penambahan EBT ini cukup besar di tahun 2025, tetapi kalau dikonversi menjadi turun persentasenya karena ada penambahan (pembangkit) dari gas dan batu bara,” ucap Bahlil.

Bahlil dalam kesempatan tersebut memaparkan terdapat tambahan kapasitas terpasang pembangkit sebesar 7 GW sepanjang 2025, dari 100,65 GW menjadi 107,51 GW. Dari 7 GW yang terpasang, pembangkit yang menggunakan energi fosil seperti batu bara dan gas masih mendominasi.

“Tumbuh 6,8 persen dibandingkan dengan tahun 2024. Dalam analisa kami di tahun 2026, kita harus genjot karena seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi,” kata Bahlil.

  • energi terbarukan
  • kementerian esdm
  • rukn

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.