• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Samsung di CES 2026: Saat ...

Samsung di CES 2026: Saat Teknologi Dirancang Lebih Manusiawi dan Bermakna

Kamis, 08 Jan 2026, 19:48 WIB

JAKARTA — Samsung Electronics menutup rangkaian CES 2026 Tech Forum dengan sebuah diskusi reflektif bertajuk “The Human Side of Tech: Designing a Future Worth Living,” yang digelar di The First Look Space Samsung, The Wynn Las Vegas, Kamis (8/1). 

Forum tersebut menghadirkan Chief Design Officer Samsung, Mauro Porcini, bersama dua desainer kelas dunia, Karim Rashid dan Fabio Novembre, dalam diskusi yang dipandu oleh Debbie Millman, host podcast desain ternama Design Matters.

Ket. Foto: Diskusi reflektif bertajuk “The Human Side of Tech: Designing a Future Worth Living,” yang digelar di ajang CES 2026 tepatnya The First Look Space Samsung, The Wynn Las Vegas, Kamis (8/1). — Sumber: Samsung

Selama hampir dua dekade, dunia teknologi identik dengan desain minimalis—bersih, fungsional, namun sering terasa seragam. Melalui forum ini, Samsung mengajak para desainer mempertanyakan arah berikutnya: apakah teknologi akan terus dingin dan impersonal, atau justru bergerak menuju bentuk yang lebih hangat, ekspresif, dan sarat emosi di era kecerdasan buatan (AI)?

Desain sebagai Ekspresi Kepedulian

Diskusi diawali dengan refleksi tentang bagaimana desain teknologi kerap terjebak pada spesifikasi dan fungsi semata. Debbie Millman menyoroti bahwa keseragaman visual di industri teknologi justru menjadi anomali jika dibandingkan dengan sektor kreatif lain.

Menjawab tantangan itu, Samsung menekankan pentingnya menghadirkan makna di balik produk. Bagi perusahaan, desain tidak lagi sekadar soal bentuk, tetapi tentang bagaimana teknologi menyatu dengan kehidupan, pengalaman, dan kebutuhan manusia—terutama di tengah semakin mudahnya akses terhadap alat, skala produksi, dan kemampuan teknis.

Memanusiakan Teknologi

Para panelis sepakat bahwa teknologi seharusnya membantu manusia merasakan nilai, kepedulian, dan empati dalam kehidupan sehari-hari. Produk teknologi yang masuk ke rumah dan rutinitas manusia idealnya mampu membangun kedekatan emosional, bukan sekadar menjalankan fungsi.

Mauro Porcini menjelaskan bahwa filosofi desain Samsung berangkat dari tujuan meningkatkan kualitas hidup manusia. Melalui teknologi yang bermakna, Samsung ingin membantu orang hidup lebih lama, lebih baik, lebih berani, dan lebih bermakna—baik melalui dukungan terhadap kesejahteraan, kreativitas, maupun ekspresi diri.

Karim Rashid menambahkan bahwa manusia secara alami membangun ikatan emosional dengan benda-benda di sekitarnya. “Desain memberi kita kemampuan untuk menciptakan ikatan yang kuat dengan objek, bahkan dengan produk teknologi,” ujarnya.

AI yang Dipandu Nilai Kemanusiaan

Diskusi kemudian berlanjut pada peran AI dalam desain masa depan. Para panelis sepakat bahwa AI tidak seharusnya menggantikan kreativitas manusia, melainkan memperluasnya—selama tetap dipandu oleh nilai kemanusiaan.

Porcini memperkenalkan konsep AI × (EI + HI), yaitu pendekatan yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) dan Imajinasi Manusia (Human Imagination). Dalam pendekatan ini, AI diperkuat oleh empati dan imajinasi saat proses penciptaan, dan pada saat yang sama membantu pengguna memperkaya pengalaman emosional dan kreatif mereka.

“Jangan takut pada teknologi. Tugas kita adalah memanusiakannya, mengarahkannya, dan membentuknya,” ujar Porcini.

Dari Objek ke Pengalaman

Forum ini juga menegaskan pergeseran besar dalam dunia desain: dari merancang objek menjadi merancang pengalaman. Desain yang ekspresif dinilai mampu menghadirkan emosi, mendorong ekspresi diri, membangun koneksi, dan memicu imajinasi.

Fabio Novembre merangkum esensi diskusi dengan sederhana, “Kebahagiaan adalah tujuan dari desain. Melalui desain, kita berusaha menjadikan yang mustahil menjadi mungkin.”

Melalui pendekatan ini, desain teknologi ke depan tidak harus selalu minimalis dan seragam. Ia bisa tampil beragam dari yang halus hingga berani, dari yang sederhana hingga imajinatif selama tetap berorientasi pada manusia.

Pada akhirnya, sesi ini menegaskan satu pesan utama: teknologi masa depan bukan hanya harus layak untuk dijalani, tetapi juga layak untuk dicintai.

  • samsung
  • kecerdasan buatan (AI)
  • teknologi
  • CES 2026
  • Desain Berbasis Manusia
  • Human-Centered Design

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.