Pelajar Diharap Tidak Berkeliaran seperti Kelelawar

Kamis, 08 Jan 2026, 13:19 WIB

JAKARTA – Berkeliaran pada malam hari seperti kelelawar akan berdampak buruk pada pelajar. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan siswa sebagai generasi bangsa jangan menjadi manusia "kelelawar" yang berkeliaran malam hari karena akan memberikan dampak buruk terhadap diri sendiri dan masa depan.

"Jangan jadi manusia 'kelelawar' berkeliaran malam hari," kata Mendikdasmen saat memberikan pengarahan kepada siswa-siswi dalam acara Revitalisasi Mewujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan #RukunSamaTeman di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis.

Ket. Foto: pelajar jangan berkeliaran malam — Sumber: ist

Ia menuturkan, kebiasaan kelalawar dapat menjadi contoh bagi siswa agar tidak melakukan kegiatan atau berkeliaran pada malam hari seperti nongkrong atau jalan-jalan yang tidak jelas.

Sebagai anak yang akan menjadi generasi bangsa hebat, kata dia, harus menerapkan tujuh kebiasaan, dari tujuh itu salah satunya yakni tentang tidur lebih cepat agar bisa bangun lebih awal sebelum matahari terbit.

"Biasakan tidur cepat, kalau tidur cepat insyaallah bangunnya cepat," katanya. Dia juga mengingatkan siswa untuk tidak berlebihan menggunakan telepon seluler sampai lupa waktu yang mengganggu pola tidurnya sehingga akan sulit untuk bangun pagi. Seperti saat ini, lanjut dia, ada kebiasaan buruk yang istilah zaman sekarang "sleep call" yakni menelepon malam hari sampai tertidur.

"Kalau yang biasa 'sleep call' bisa enggak bangun pagi, tidak bisa, maka supaya bangun pagi jangan biasakan 'sleep call' agar kalian menjadi anak hebat," katanya. Ia menyampaikan tidur lebih cepat harus menjadi kebiasaan anak-anak agar memiliki disiplin, lebih sehat, dan kemampuan siap melakukan berbagai aktivitas khususnya menerima berbagai pelajaran di sekolah.

Upaya mewujudkan kebiasaan siswa agar tidur lebih cepat itu, kata dia, tidak hanya kesadaran dari siswa sendiri, tapi harus didukung oleh semua pihak di lingkungannya, termasuk guru dan orang tua. "Harus dikontrol, kalau itu terus dilakukan maka akan menjadi kebiasaan, harus kita bangun budaya, dan ini harus melibatkan semuanya, melibatkan banyak orang," katanya.

Sekolah Kolong Rumah

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mengatakan Sekolah Kolong Rumah di daerah itu resmi menjadi ruang belajar layak setelah mendapat dukungan pembangunan gedung sekolah itu oleh pemerintah kabupaten setempat. 

Kepala Dinas Dikbud Maros Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai melalui keterangan di Makassar, Kamis, menekankan Sekolah Kolong Rumah harus menjadi ruang belajar yang aman bagi semua anak.

"Maka dari itu, kami membangun gedungnya dan bangunan ini bukan sekadar ruang kelas, tetapi wujud komitmen kita agar setiap anak di Dusun Bara mendapat hak belajar yang layak, aman, dan bermutu,” ujarnya.

Perjalanan Sekolah Kolong Rumah tercatat dimulai dari inisiatif warga dan guru lokal sejak 2018 yang menyediakan ruang belajar sederhana bagi anak-anak. Sarana itu, berkembang menjadi kelas jauh/kelas cabang SDN 238 Bontoparang hingga akhirnya memiliki gedung sekolah yang layak dan dukungan sarana pembelajaran yang lebih memadai.

Sejak 2023, Tim Program Estungkara Sulawesi Cipta Forum (SCF) melakukan pendampingan dan advokasi agar sekolah tersebut mendapatkan dukungan lebih dari Pemerintah Kabupaten Maros.

Sekolah Kolong Rumah memperoleh pengakuan pemerintah pada 2023 sebagai kelas jauh/kelas cabang SDN (Inpres) 238 Bontoparang. Inisiatif ini mendapatkan perhatian relawan muda dan komunitas yang ikut mengajar serta menguatkan harapan anak-anak Dusun Bara.

Sekolah itu juga mendapatkan pendampingan melalui kerja kolaborasi program komunitas, termasuk dukungan yang menekankan nilai gotong royong masyarakat setempat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.