Dari Sampah Menjadi Listrik, Program WtE Dorong Energi Terbarukan

Kamis, 08 Jan 2026, 15:38 WIB

Masalah sampah tidak hanya menjadi persoalan lokal namun sudah menjadi kompleksitas bagi masyarakat di seluruh belahan dunia. Eropa menjadi salah satu benua yang sudah cukup efektif dalam mengolah sampah menjadi sumber energi lewat program waste-to-energy (WtE).

Implementasi teknologi, efisiensi pembiayaan, dan model ekonomi sirkuler menjadi deretan contoh nyata dari hadirnya proyek WtE yang sudah dijalankan di empat negara Eropa. Negara-negara mana saja dari Benua Biru ini yang bisa dijadikan rujukan bagi Danantara Indonesia yang saat ini sedang menggagas program WtE atau dikenal dengan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)? Berikut ini adalah uraiannya:

Ket. Foto: Empat Negara Eropa Ini Sukses Jalankan Program WTE, Satu di antaranya Jadi Destinasi Wisata — Sumber: Ist
  1. Denmark

Negara ini memiliki pengolahan WtE bernama Amager Bakke atau CopenHill Energy Plant. Bangunan yang terletak di Amager, Copenhagen, Denmark, ini memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai pembangkit listrik tenaga limbah dan area rekreasi bagi warga sekitar. Fasilitas ini dibuka pada tahun 2017 untuk menggantikan pabrik pembakaran di Amager. Amager Bakke ini menjadi bagian besar dari tujuan Kota Copenhagen, yaitu menjadi kota bebas karbon yang telah dicanangkan pada tahun 2025.

Fasilitas ini mampu menghasilkan listrik 57 megawatt (MW) dengan output pemanasan distrik yang signifikan dan fasilitas rekreasi. Sebagai pembangkit listrik tenaga limbah, Amager Bakke telah berhasil mengkonversi 440.000 ton limbah sampah menjadi listrik bagi 150.000 rumah.

Hadirnya fasilitas ini menepis stigma bahwa pabrik pembangkit listrik adalah tempat khusus, sulit diakses, dan membahayakan. Fasilitas ini didesain secara menarik, ini terealisasi dari atapnya yang bisa dinaiki dan bisa menjadi tempat ski bagi warga sekitar. Dengan begitu, Amager Bakke mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dan menjadi destinasi wisata.

  1. Swedia

SYSAV Plant di Malmö ini adalah fasilitas pengelolaan sampah dengan adopsi teknologi canggih. Model kerja sama regional yang melayani beberapa kotamadya dengan WtE ini tidak hanya mengatasi persoalan sampah tapi juga mampu memberikan pemanasan distrik bagi daerahnya. SYSAV membakar sampah yang telah dipilah untuk menghasilkan listrik dan panas, menjadi salah satu PLTSa terbesar di Eropa Utara.

Selain listrik, SYSAV juga menangani pengomposan dan daur ulang logam, mengubah sampah menjadi pupuk dan bahan baku industri lain. PLTSampah ini mampu menyerap lebih dari 600.000 ton sampah setiap tahunnya dan kemudian merubahnya menjadi energi listrik sebesar 1,5 Terra Watt Hour (TWH). Menariknya, sampah-sampah yang diolah di fasilitas ini sebagiannya masih didatangkan dari sejumlah negara tetangganya di Eropa. 

  1. Jerman

Bersama dengan Swedia, Jerman menjadi negara di Eropa yang sudah cukup maju dalam menjalankan proyek WtE di negaranya. Sistem pengelolaan sampah termal canggih di Jerman sudah bisa mengubah sampah residu menjadi energi panas dan listrik melalui insinerasi di sekitar 100 pabrik. Hadirnya fasilitas pengelolaan sampah ini juga mampu menghidupkan ekonomi sirkular dengan mengolah limbah yang tidak bisa didaur ulang menjadi sumber energi terdistribusi (distrik). Di dalamnya terlibat juga sejumlah perusahaan besar seperti EEW dan RWE, serta menjadi minat investasi bagi pelaku industri energi di seluruh dunia.

Dalam insinerasi sampah ini, sampah yang tidak dapat didaur ulang dibakar dalam fasilitas khusus untuk menghasilkan panas. Lalu panas tersebut digunakan untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin guna menghasilkan listrik atau disalurkan sebagai panas distrik (District Heating) ke permukiman. Sejauh ini, sudah ada sekitar 100 pabrik WtE dengan kapasitas tahunan mencapai 20 juta ton. Salah satunya adalah pabrik Stapelfeld yang mengolah 1.080 ton per hari dengan output 35 MW listrik

  1. Belanda

Pengelolaan sampah di Belanda menjadi bukti nyata bagaimana menghidupkan ekonomi sirkular. Belanda mengintegrasikan WtE sebagai bagian penting dari ekonomi sirkularnya untuk mengubah sampah tak terdaur ulang menjadi energi dan bahan baku. Program WtE yang dikembangkan di negara ini telah mampu mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil, dan mencapai target nol limbah pada 2050 melalui teknologi seperti insinerasi terkontrol dan pemulihan material.

Kunci keberhasilan Belanda dalam mengelola sampah adalah integrasi dari WtE dan daur ulang. WtE berperan setelah daur ulang. Prioritasnya tetap pada pencegahan, penggunaan kembali, dan daur ulang material, sementara WtE menangani sisa yang tidak dapat didaur ulang. Di sini, Belanda sudah menunjukkan adanya pengelolaan terpadu, yakni sampah rumah tangga dipilah di sumbernya, material bersih didaur ulang, dan residu diolah melalui WtE.

Pengelolaan sampah di Belanda menjadi bagian strategis dari Program Nasional Ekonomi Sirkular 2023-2030 yang diharapkan bisa terwujud sepenuhnya pada 2050. Dari empat program nasional tersebut, salah satunya adalah pengolahan bermutu tinggi yang di dalamnya mendaur ulang material dan bahan baku sehingga produk baru dapat dibuat darinya. Ini berarti lebih sedikit limbah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dibakar.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.