Prabowo: MBG di 2026 Harus tanpa Cacat

Rabu, 07 Jan 2026, 03:03 WIB

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan akan komitmen pemerintah untuk menerapkan standar zero defect (tanpa cacat) serta memastikan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 2026.

Dalam taklimat yang disampaikan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1), Kepala Negara menerima laporan bahwa program MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, terhitung sejak diterapkan per 6 Januari 2025.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). — Sumber: Antara

“Kita mulai pada 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat,” kata Kepala Negara dalam taklimatnya.

Ia mengatakan, program MBG adalah langkah strategis untuk mengintervensi masalah gizi yang mendesak. Berdasarkan data awal pemerintahan, kata Presiden, rata-rata satu dari lima anak Indonesia (20%) mengalami kekurangan gizi, bahkan angka ini menyentuh 30 persen di beberapa daerah, yang berdampak pada stunting dan pertumbuhan fisik yang tidak normal.

Presiden Prabowo membandingkan akselerasi program ini dengan negara lain, seperti Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun bagi negaranya untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Sementara itu, Indonesia mampu melampaui angka tersebut dengan mencapai 55 juta penerima hanya dalam kurun waktu 1 tahun.

Meski mengklaim tingkat keberhasilan statistik mencapai 99,99 persen, Presiden tidak menutup mata terhadap adanya kekurangan maupun penyimpangan di lapangan.

Ia menekankan bahwa dalam operasi kemanusiaan skala besar, tantangan operasional adalah hal yang wajar, namun tidak boleh dimaklumi begitu saja. “Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi,” katanya.

Presiden menyebut pengawasan dan langkah pengamanan akan terus diperketat demi pemerataan yang sempurna. “Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau saya ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya, Pak kapan kami terima MBG?” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengutip filosofi Presiden pertama RI, Soekarno, bahwa “perut yang lapar tidak bisa menunggu” (The hungry stomach cannot wait).

Ia juga menyinggung skeptisisme yang sempat muncul di awal program, di mana banyak pakar meragukan keberhasilan MBG. “Mereka katakan MBG pasti gagal, tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil dan dinantikan oleh seluruh rakyat,” katanya.

Sentuh Nurani

Presiden mengatakan bahwa pemandangan anak-anak yang antusias menanti kedatangan MBG seharusnya mampu menyentuh nurani siapa pun sebab menjadi bukti kuat pentingnya program itu di masyarakat.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat menyaksikan pemutaran video distribusi MBG yang disambut dengan penuh suka cita para penerima manfaat, di sela penyampaian Taklimat Awal Tahun dalam Retret Jilid II di Hambalang. “Saya tidak paham, manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu,” kata Prabowo seusai pemutaran video.

Video berdurasi singkat itu ditayangkan di sela taklimat Kepala Negara. Lampu ruang rapat di Padepokan Garuda Yaksa perlahan diredupkan. Kilatan cahaya dari layar memecah suasana, menampilkan momen kedatangan kendaraan pengantar menu MBG yang telah lama dinantikan anak-anak sekolah.

Dalam tayangan tersebut, sorak sorai kegembiraan spontan terdengar saat anak-anak berlarian dan berebut menerima tray berisi menu MBG. Presiden mengatakan MBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan paling mendasar rakyat, khususnya anak-anak yang selama ini berangkat sekolah dalam kondisi lapar atau dengan asupan gizi yang sangat terbatas.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat telah memberdayakan 46 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama satu tahun menjalankan Program MBG.

Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, Selasa, mengemukakan pihaknya terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di setiap SPPG yang kini telah mencapai 19.188 SPPG, tersebar di 38 provinsi. Ant/S-2

  • program mbg

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.