Perjuangan Srikandi Indonesia di Eropa, Hadirkan Peluang Investasi Transportasi di 6 Provinsi Indonesia!

Rabu, 07 Jan 2026, 12:30 WIB

Di tengah pesatnya perkembangan mobilitas masyarakat di Indonesia, seorang perempuan inspiratif bernama Lena Herliana sebagai srikandi kelahiran Kota Bogor terus berjuang untuk transportasi Indonesia. Lena sebagai arsitek utama transformasi moda transportasi di BRT (Bus Rapid Transit) dengan moda bus yang kini menyebar luas di 6 provinsi di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali, telah membawa harapan baru bagi jutaan pengguna transportasi umum.

Perjuangan menghadirkan transportasi yang layak bagi enam provinsi di Indonesia kali ini, ia bawa dalam perjuangannya di Eropa, tepatnya di Jerman pada penghujung tahun 2025. Di mana ia terlibat dalam pengembangan inisiatif kerjasama bilateral mendalam untuk memfasilitasi pertemuan-pertemuan strategis Indonesia-Jerman dan negara eropa lainnya, dalam membahas peluang investasi untuk pengembangan moda transportasi di Indonesia, khususnya di provinsi enam provinsi unggulan Indonesia. Dengan kota-kota padat penduduk seperti, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya dan Denpasar. Selain menjadi destinasi wisata bagi turis lokal dan internasional, kota-kota tersebut juga menjadi salah satu daya tarik investor internasional untuk menanamkan modal bagi pemgembangan dan ekspansi transportasi Indonesia, karena mengalami tren peningkatan mobilitas penguna dari awal permulaan pelaksanaannya hingga menyentuh angka 50-70% per tahun akibat pertumbuhan ekonomi dan didukung oleh bonus demografi.

Ket. Foto: Diplomasi Srikandi Indonesia di Eropa menghadirkan peluang investasi transportasi bagi enam provinsi di Tanah Air. — Sumber: ist

Melalui proyek kerjasama transportasi terpadu antara Indonesia-Jerman (TRANSfer III), Lena bersama dengan Pemerintah Indonesia yang diwakilkan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Investasi telah mengembangkan aksi dan rancangan mitigasi transportasi yang ambisius untuk menuju capaian Indonesia Emas 2045. Didalamnya termasuk bagaimana strategi dan peta jalan dekarbonisasi angkutan barang di Pulau Jawa dan integrasi moda transportasi di Bali. Sebuah langkah krusial untuk mengurangi emisi karbon di koridor transportasi sibuk di destinasi unggulan Indonesia. Ia dalam perjuangannya di Eropa ini membawa pemerintah Indonesia untuk bisa berdiskusi langsung terkait rancangan kerjasama investasi yang dilakukan bersama dengan perwakilan pemerintah Jerman, termasuk lembaga investasi internasional, dalam mengeksplorasi pendanaan proyek seperti intermodal rail dan infrastruktur hijau, yang diharapkan mengurangi kemacetan dan polusi di daerah dengan mobilitas tinggi ini.

Salah satu puncak perjuangan ini adalah terlaksananya High Level Policy Dialogue antara Indonesia dan Jerman pada Febuari mendatang, dimana Kerjasama Indonesia – Jerman akan turut berkontribusi dalam pemetaan investasi strategis kerjasama pembangunan berkelanjutan. Pertemuan ini nantinya akan membahas prioritas sektor, termasuk Green Infrastructure Initiative (GII), yang menjadi proyek unggulan untuk transportasi ramah lingkungan kedepan.  

Program ini mendapatkan dukungan langsung dari Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur. Ia menerangkan bahwa ”Dekarbonisasi moda transportasi dan angkutan barang merupakan tujuan Indonesia untuk mengurangi emisi dunia menuju Indonesia Net Zero 2050, kajian strategis Indonesia-Jerman dalam penggunaan moda kereta dalam angkutan barang, menurut saya relevan untuk dilakukan. Selama mendapat peluang investasi yang menguntungkan” Dalam keterangannya.  

Perjuangan ini mencapai klimaksnya dengan komitmen di Transport and Climate Change Week di Berlin, acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jerman. Acara ini menjadi wadah global untuk transformasi kebijakan transportasi net-zero, menandai terlaksananya satu dekade Perjanjian Paris. Di sini, Indonesia diwakili oleh perwakilan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Infrastruktur dalam sesi tentang dekarbonisasi dinamis di Asia, sementara Kerjasama Indonesia - Jerman berkontribusi melalui diskusi tentang target 2035 dan elektrifikasi truk.

Komitmen diplomatik kerjasama Indonesia-Jerman yang sudah terwujud dalam bentuk Just Energy Transition Partnership (JETP), di mana Jerman menjadi bersama Jepang, menyumbang sekitar 4 miliar USD untuk proyek transisi energi, termasuk untuk pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia. Mencakup dukungan untuk infrastruktur hijau di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya dan Denpasar dalam integrasi rail dan bus listrik, untuk mengatasi lonjakan mobilitas.

  • Ida Nugraha Septiani

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.