Korut Siap Gunakan Nuklir untuk Perang

Selasa, 06 Jan 2026, 02:15 WIB

SEOUL – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, saat memantau peluncuran misil hipersonik mutakhir mengatakan negaranya siap untuk menggunakan kekuatan nuklirnya untuk perang. Pernyataan Kim Jong-un dilaporkan oleh media pemerintah pada Senin (5/1), dengan mengatakan krisis geopolitik membuat uji coba tersebut menjadi lebih mendesak sebagai isyarat jelas terhadap serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela akhir pekan ini.

Korea Selatan (Korsel) dan Jepang pada Minggu (4/1) mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran dua misil balistik dari dekat Pyongyang dimana uji coba tersebut merupakan yang pertama dilakukan pada tahun ini dan hanya beberapa jam sebelum pemimpin Korsel, Lee Jae-myung, pergi menuju Tiongkok untuk menghadiri sebuah pertemuan puncak.

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un (tengah) saat menyaksikan peluncuran misil di dekat Pyongyang pada Minggu (4/1). Kim Jong-un saat peninjauan itu menyatakan bahwa negaranya siap untuk menggunakan kekuatan nuklirnya untuk perang. — Sumber: KCNA VIA KNS

“Kim Jong-un mengatakan bahwa uji coba tersebut menunjukkan kesiapan pasukan nuklir Korut,” tulis kantor berita KCNA.

"Pencapaian penting baru-baru ini telah diraih dalam menempatkan kekuatan nuklir kita pada landasan praktis dan mempersiapkannya untuk perang yang sebenarnya," kata Kim Jong-un seperti dikutip oleh KCNA.

Menurut Kim Jong-un, aktivitas Pyongyang bertujuan untuk secara bertahap menempatkan penangkal perang nuklir pada basis yang sangat maju. "Alasan mengapa hal itu diperlukan dicontohkan oleh krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit," kata Kim Jong-un, merujuk pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh AS pada akhir pekan lalu.

Selama beberapa dekade, Pyongyang membenarkan program nuklir dan misilnya sebagai pencegahan terhadap dugaan upaya perubahan rezim oleh AS.

“Peluncuran misil balistik pada Minggu dapat diinterpretasikan sebagai pesan yang menandakan bahwa Pyongyang memiliki kemampuan pencegahan perang dan kemampuan nuklir, tidak seperti Venezuela," kata Hong Min, seorang analis di Institut Unifikasi Nasional Korea yang berbasis di Seoul, kepada AFP. SB/AFP/I-1

  • korean won
  • kim jong-un
  • sanae takaichi

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pemprov Gorontalo Lakukan Efisiensi Belanja dan Prioritas Program Berdampak Langsung ke Masyarakat untuk Jaga Kemandirian Fiskal

Menkomdigi: 99,9 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Sudah Pulih

Pemprov Jambi Bangun Kesadaran Masyarakat untuk Taat Bayar Pajak Kendaraan Lewat Undian Berhadiah

Jelang Maulid Nabi, Pemprov Babel Pastikan Stok Bawang dan Cabai Cukup

BMKG Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Kalsel

Trailer Terbaru 'Dune: Part Three' Ungkap Sisi Gelap Paul Atreides, Perang Besar dan Konspirasi Mematikan

Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 75,7 Ton Pasir Timah ke Malaysia

Bromo Kembali Dibuka Tengah Malam Nanti, Wisatawan Bisa Berkunjung Lagi dengan Aman

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

Insidious 6 Ubah Aturan Besar, The Further Jadi Teror ke Dunia Nyata

Kementerian Pariwisata: Berikut Destinasi Wisata yang Masih Ditutup Pascagempa di NTT

Cuaca Kering dan Panas Sulitkan Pemadaman Karhutla di Kalsel

Berikut Daftar Destinasi Piknik yang Masih Ditutup Usai Gempa NTT

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Barito Utara Bentuk Satgas Kesiapsiagaan Karhutla dan Pengawasan BBM

Daerah-daerah Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

Pintu Futures Lite Bidik Trader Pemula, Tawarkan Leverage hingga 25 Kali

Bappeda Memilih Bus Sekolah Khusus Buat Difabel Masuk Nominasi Penghargaan

Harga Cabai Rawit Rp67.350/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

Sebanyak 16 Perusahaan Masih Jaring Pencari Kerja di Job Fair Online

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.