Dituding Hidupkan Militerisme, Prabowo Tegaskan Siap Koreksi Diri
Selasa, 06 Jan 2026, 04:20 WIBJakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan tak ragu untuk mengoreksi diri dan mengevaluasi kembali kebijakan-kebijakan yang diambil terutama saat adanya kritik dari beberapa kalangan yang menilai dirinya ingin menghidupkan kembali militerisme di Indonesia.
Di hadapan jemaat Kristiani saat Perayaan Natal Nasional Tahun 2025, Jakarta, Senin (5/1) malam, Presiden Prabowo meyakini kritik dan koreksi merupakan sesuatu yang menyelamatkan dirinya.
"Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi, saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak: Prabowo ini mau hidupkan kembali militerisme! Wah, baru saya koreksi. Apa bener? Oke, baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana? Iya kan. Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," kata Prabowo dalam pidatonya menjelaskan sikapnya dalam merespons kritik.
Oleh karena itu, Prabowo menyatakan dirinya bersyukur kala mendapatkan kritik dan koreksi dari berbagai pihak. Menurut Presiden, kritik dan koreksi itu menunjukkan dirinya telah dibantu oleh pihak-pihak yang memberikan kritik dan koreksi tersebut.
"Kalau kritik, malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, tidak suka dikoreksi, tetapi sesungguhnya itu mengamankan," kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo kemudian memberi contoh sederhana ketika koreksi itu datang dari anak buahnya.
"Contoh paling sederhana, kadang-kadang kita lupa ada kancing yang tidak terpasang. Kemudian, anak buah kita lari: Pak, seragam Bapak, Pak. Bapak kancingnya.... Lho, ini anak buah kok berani koreksi. Tetapi, dia koreksi untuk mengamankan saya. Bayangkan Presiden muncul kancingnya tidak (lengkap, red.). Jadi, kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tetapi dia menjaga saya. Dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan," ujar Presiden.
Presiden kemudian memberi contoh lain dikoreksi oleh anak buahnya saat dirinya masih berdinas di lingkungan militer.
"Ini cerita waktu saya masih aktif (di TNI, red.) ya. Saya keluar dari ruangan mau apel. Nggak tahu saya sibuk atau apa, saya lupa pakai tanda pangkat. Lari anak buah saya, (kemudian berbicara ke saya, red.) Pak! Pak! Jangan keluar Pak! Tanda pangkat Bapak tidak lengkap. Oh iya. Jadi apa? Dia mengamankan saya," sambung Presiden Prabowo.
Terlepas dari itu, Presiden menegaskan dirinya tidak dapat menerima fitnah dan kebohongan, karena fitnah dapat menciptakan kebencian dan perpecahan.
"Koreksi silakan, kritik bagus, tetapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah. Saya yakin di agama Kristen demikian juga:Â Thou shalt not lie. Kebohongan itu tidak baik, apalagi kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, kebohongan yang menimbulkan perpecahan, kebohongan yang menimbulkan kebencian. Ini bisa merusak kita semua. Kalau di agama Islam, ada itu ajarannya: Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," ujar Presiden. âââââââ
- Presiden Prabowo Subianto
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Arab Saudi Diam-Diam Hentikan Proyek Stadion NEOM untuk Piala Dunia 2034
-
Presiden Prabowo Hari ini Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun di Halmahera Tengah
-
Prabowo Minta Pemadaman Karhutla Diprioritaskan di Taman Nasional Tanjung Puting, Ini Alasannya
-
Harga Pertalite Eceran di Gorontalo Utara Capai Rp16.650 Per Liter
-
6 Jenis Minuman yang Baik untuk Kesehatan Ginjal, dari Teh Hitam hingga Kefir
-
Lapas Amurang Beri Warga Binaan Keterampilan Budi Daya Ayam Petelur
-
Sapu Bersih Sarang Narkoba! 24Orang Diangkut dari Kampung Ambon dan Boncos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.