Appdome Luncurkan Agentic AI SecOps Agent Pertama di Industri di Black Hat Europe

Senin, 05 Jan 2026, 19:53 WIB

JAKARTA – Appdome, dalam ajang Black Hat Europe, mengumumkan peluncuran Agentic AI SecOps Agent pertama di industri. Solusi ini dirancang untuk secara otonom memantau, mengevaluasi, bernalar, serta melaporkan ancaman seluler, sekaligus berinteraksi secara real time dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan perusahaan.

SecOps Agent menghadirkan kecerdasan Agentic AI dan kemampuan eksplorasi terbuka bagi tim keamanan siber, tim anti-penipuan, serta tim manajemen risiko. Teknologi ini mengombinasikan aliran data ancaman Appdome yang luas dengan penalaran otonom serta antarmuka percakapan berbasis AI, sehingga memungkinkan seluruh tim menelusuri, memahami, dan menangani serangan seluler secara lebih efektif.

Ket. Foto: Poster Agentic AI SecOps Agent dari Appdome. Perusahaan ini memperkenalkan Agentic AI SecOps Agent pertama di industri pada ajang Black Hat Europe. Solusi ini dirancang untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman seluler secara otonom dan real time dengan pendekatan berbasis AI. — Sumber: Appdome

“Appdome telah memiliki kumpulan data penipuan seluler dan ancaman siber terbesar di dunia,” ujar Tom Tovar, CEO dan co-creator Appdome, melalui siaran pers pada Senin (5/1).
“SecOps Agent membawa pembelajaran Agentic AI ke dalam miliaran sinyal ancaman, memungkinkan analisis data dalam hitungan detik, menjawab pertanyaan lintas pemangku kepentingan, serta secara mandiri memberikan notifikasi atas temuan dan insight baru secara real time,” tambahnya.

Peluncuran SecOps Agent hadir di tengah meningkatnya ketergantungan ekonomi digital terhadap platform mobile, di mana volume, keragaman, dan kompleksitas ancaman seluler terus membebani tim keamanan siber dan anti-penipuan. SecOps Agent memanfaatkan model pembelajaran berkelanjutan untuk memahami ancaman yang dihadapi aplikasi seluler, pengguna, dan bisnis.

Pemahaman tersebut diperkaya dengan triliunan peristiwa ancaman bulanan yang dihasilkan oleh instalasi Appdome di seluruh dunia. Dengan menggabungkan data ini, SecOps Agent mampu mengevaluasi tingkat keparahan serta dampak spesifik ancaman terhadap permukaan serangan sebuah merek seluler, termasuk probabilitas, tren, tolok ukur, dan insight strategis lainnya.

Selain itu, SecOps Agent memiliki visibilitas penuh terhadap postur pertahanan setiap aplikasi seluler, mulai dari build-by-build dan release-by-release, termasuk ancaman yang dipantau, dimitigasi, atau diblokir sepenuhnya, baik di sisi aplikasi maupun backend. Kemampuan ini memungkinkan analisis yang presisi dan relevan, sehingga tim mobile dapat segera mengambil tindakan.

“Tim keamanan siber dan anti-penipuan kini menggantikan pekerjaan manual dengan alur kerja digital agar tetap selangkah lebih maju dari ancaman seluler,” kata Gil Hartman, Field CTO Appdome.
“SecOps Agent memberi kekuatan AI untuk menutup kesenjangan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus menghentikan penipuan, pengambilalihan akun (ATO), ancaman API, dan berbagai serangan lain secara real time,” ujarnya.

Memahami Kompleksitas Ancaman Seluler

Tim mobile kerap kesulitan memahami teknik kompleks seperti malware, deepfake, rekayasa sosial, manipulasi perangkat, hingga penyalahgunaan API yang menyusup ke pengalaman mobile. Serangan ini sering terjadi lintas aplikasi, wilayah, versi sistem operasi, dan perangkat, sehingga sulit dianalisis dengan alat SecOps tradisional.

SecOps Agent mengintegrasikan pembelajaran otonom Agentic AI ke dalam data build aplikasi seluler Appdome dan aliran data ancaman berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, SecOps Agent menganalisis permukaan serangan aktif, mengorelasikan pola serangan, dan membangun pemahaman terpadu tentang risiko serta postur pertahanan bisnis.

Melalui antarmuka bahasa alami, tim mobile dapat bertanya langsung kepada SecOps Agent tentang asal serangan, metode eksploitasi, tingkat keparahan, hingga perbandingan risiko dengan tren industri. Agent ini juga secara proaktif mengidentifikasi tren ancaman baru tanpa perlu diminta.

“Model Agentic AI generik tidak memiliki tujuan spesifik seperti agen SecOps berpengalaman,” ujar Tamir Daniel, lead engineer SecOps Agent.
“Kami membangun konteks dinamis agar SecOps Agent mampu memberikan gambaran yang jelas tentang dampak setiap ancaman terhadap bisnis,” jelasnya.

Model Baru Pengelolaan Risiko Seluler

Berbeda dari alat tradisional yang hanya berfokus pada peristiwa, SecOps Agent mengevaluasi ancaman dari perspektif dampak bisnis. Agent ini menghitung biaya per insiden, eksposur risiko, tingkat keparahan ancaman, serta Mobile Risk Index berdasarkan komposisi pengguna, perangkat, wilayah, dan pola penggunaan aplikasi.

“SecOps Agent merupakan arsitektur multiagen terdepan di industri untuk analisis ancaman real time,” kata Eric Newcomer, Principal Analyst Intellyx.
“Teknologi ini mempercepat pemahaman risiko dan respons ancaman bagi tim keamanan siber dan anti-penipuan,” ujarnya.

Keamanan dan Tata Kelola Data

Seperti seluruh AI Agent Appdome lainnya, SecOps Agent berjalan sepenuhnya di lingkungan perusahaan Appdome. Tidak ada data yang dikirim ke model AI publik. Seluruh sinyal ancaman, analisis, dan interaksi pengguna dilindungi oleh isolasi berbasis tenant serta kebijakan No-Learning dan No-Retention.

Pendekatan Context Engineering memastikan setiap insight sepenuhnya bersumber dari telemetri ancaman dan konteks pertahanan yang terverifikasi, sehingga hasil AI bersifat deterministik, dapat dijelaskan, dan aman untuk skala enterprise.

  • keamanan siber
  • Agen AI
  • Appdome
  • SecOps Agent
  • Black Hat Europe
  • Anti-Penipuan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.