Trump Izinkan Perusahaan AS Manfaatkan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 04 Jan 2026, 16:00 WIB

PALM BEACH - Presiden Donald Trump mengatakan akan mengizinkan perusahaan minyak Amerika masuk ke Venezuela guna memanfaatkan cadangan minyak mentahnya yang sangat besar setelah operasi militer AS menangkap pemimpinnya, Nicolas Maduro.

Militer AS melakukan serangkaian serangan udara di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) pagi. Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan ke New York City, di mana mereka menghadapi tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.

Ket. Foto: Presiden Donald Trump memberikan rincian tentang "serangan skala besar" pada Sabtu pagi di Venezuela dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya. — Sumber: ABC News

"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump dalam konferensi pers di Florida, Sabtu (3/1).

Trump juga mengatakan bahwa "embargo terhadap seluruh minyak Venezuela tetap berlaku sepenuhnya."

Washington memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Venezuela pada tahun 2017, diikuti oleh sanksi minyak dua tahun kemudian.

Menurut Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Venezuela memproduksi kurang dari satu juta barel minyak mentah per hari, dan menjual sebagian besar di pasar gelap dengan diskon besar.

Trump mengklaim Caracas menggunakan uang hasil minyak untuk membiayai "terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan."

Pada awal masa jabatan keduanya pada tahun 2025, ia mengakhiri lisensi yang memungkinkan perusahaan minyak dan gas multinasional untuk beroperasi di Venezuela meskipun ada sanksi, dengan perusahaan AS Chevron menjadi satu-satunya yang menerima pengecualian.

Chevron mengoperasikan empat ladang minyak di Venezuela dalam kemitraan dengan perusahaan milik negara PDVSA dan afiliasinya.

Washington juga memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker yang dikenai sanksi yang berlayar ke dan dari Venezuela.

Menurut Badan Energi Internasional (IEA) pada tahun 2023, wilayah Venezuela mengandung sekitar 17 persen cadangan minyak dunia, tetapi jauh dari menjadi produsen utama setelah bertahun-tahun mengalami salah urus dan korupsi.

Minyak Venezuela memiliki kualitas lebih rendah dan sebagian besar diolah menjadi solar atau produk sampingan seperti aspal, bukan bensin. Amerika Serikat memiliki kilang minyak di sekitar Teluk Meksiko yang dirancang khusus untuk mengolahnya.

"Amerika Serikat baik-baik saja tanpa minyak Venezuela," kata Stephen Schork, seorang analis di perusahaan konsultan Schork Group, kepada AFP bulan lalu, dan lebih menunjuk pada alasan politik.

  • Serangan AS ke Venezuela

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.