Beijing Minta Filipina Hentikan Provokasi di Laut Tiongkok Selatan

Minggu, 14 Sep 2025, 19:33 WIB

BEIJING - Tiongkok menyerukan Filipina untuk menghentikan provokasi dan eskalasi ketegangan di Laut Tiongkok Selatan, kata juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tian Junli, Minggu (14/9).

“Filipina terus berusaha menarik negara-negara asing untuk menggelar patroli bersama, menyebarkan klaim ilegal di Laut Tiongkok Selatan, serta merusak perdamaian dan stabilitas kawasan," ujar Tian seperti dikutip Kementerian Pertahanan Tiongkok.

Ket. Foto: Ilustrasi pelayaran di Laut China Selatan. — Sumber: ANTARA/Anadolu

"Kami dengan tegas memperingatkan Filipina untuk segera berhenti memprovokasi dan meningkatkan ketegangan di Laut Tiongkok Selatan, karena keterlibatan kekuatan eksternal untuk memberi dukungan pasti akan gagal,” demikian ditambahkan.

Ia menegaskan pasukan Komando Teater Selatan tetap siaga tinggi untuk membela kedaulatan dan keamanan Tiongkok, sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan.

Sejumlah pulau dan karang di Laut Tiongkok Selatan selama beberapa dekade menjadi sengketa antara Tiongkok, Filipina, dan beberapa negara lain di kawasan Asia-Pasifik.

Kawasan tersebut diketahui memiliki cadangan minyak dan gas yang signifikan, termasuk di Kepulauan Paracel, Pulau Thitu, Karang Scarborough, dan Kepulauan Spratly yang mencakup Karang Whitson.

Pada Juli 2016, setelah gugatan yang diajukan Filipina, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag memutuskan bahwa Tiongkok tidak memiliki dasar hukum atas klaim teritorial di Laut Tiongkok Selatan.

Pengadilan menyatakan pulau-pulau itu bukan wilayah yang disengketakan dan tidak membentuk zona ekonomi eksklusif. Namun, Beijing menolak mengakui maupun menerima putusan tersebut.

Latihan Gabungan di LTS

Sebelumnya diberitakan, militer Filipina pada Minggu (14/9) mengadakan latihan gabungan dengan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan Angkatan Laut AS di Laut Tiongkok Selatan, menggarisbawahi kerja sama trilateral ketiga negara saat Tiongkok meningkatkan tindakan koersifnya.

Latihan tersebut adalah latihan tiga arah pertama yang melibatkan Manila, Tokyo, dan Washington di Laut Tiongkok Selatan sejak Maret.

Para pejabat mengatakan latihan yang berlangsung dua hari sejak Jumat itu menunjukkan koordinasi operasional di perairan yang semakin didominasi oleh Tiongkok.

Sementara itu, Tiongkok, dalam pernyataan yang bertepatan dengan pengumuman latihan trilateral tersebut, mengatakan bahwa mereka melakukan patroli dua hari hingga Sabtu, dan menuding Filipina merusak stabilitas regional dengan melibatkan kekuatan eksternal.

Ketegangan semakin meningkat setelah Beijing mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah menyetujui pembentukan cagar alam nasional di Scarborough Shoal, yang terletak di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina, sebuah langkah yang dikritik keras oleh Manila.

Duta Besar Jepang untuk Filipina Kazuya Endo menulis di media sosial bahwa putusan arbitrase pada 2016 yang menolak klaim Beijing harus dihormati.

Pernyataan itu menegaskan kembali dukungan Tokyo terhadap posisi Manila dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan.

Pada Selasa, Jepang dan Filipina sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang peralatan dan teknologi pertahanan, dalam upaya yang jelas untuk melawan langkah Tiongkok di perairan terdekat. Ant/sumber: Sputnik-OANA

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.