Kuliner Jadi Soft Power, Diplomasi Lewat Lidah, Bappenas Yakin Hidangan Nusantara Perkuat Jejak Indonesia di Dunia
Jumat, 19 Sep 2025, 20:35 WIBJAKARTA â Mengoptimalkan kekayaan kuliner nusantara penting bukan hanya dari sisi budaya, tetapi juga ekonomi.
Dengan ragam cita rasa dan warisan lokal yang unik, kuliner Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan soft power sekaligus motor penggerak pariwisata.
Hilirisasi produk kuliner melalui industri makanan olahan, ekspor bumbu, hingga franchise restoran bisa membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta meningkatkan devisa.
Namun, agar potensinya maksimal, diperlukan standar kualitas, branding global yang konsisten, dan dukungan ekosistem agar kuliner nusantara mampu bersaing di pasar internasional.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN/Bappenas) mengungkapkan kuliner menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan masyarakat global.
"Kuliner adalah jembatan untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan masyarakat global,â ujar Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati selaku Konsul Jenderal Paviliun Indonesia di World Expo 2025 dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (19/9).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menghadiri peluncuran film pendek berjudul "Jejak Rasa Yogyakarta" serta trilogi buku kuliner Indonesia berjudul Nasi, Sambal, Soto di Paviliun Indonesia, World Expo 2025 Osaka, Jepang.
Vivi Yulaswati mengatakan peluncuran ini selaras dengan tema besar pembangunan berkelanjutan sekaligus mendorong produktivitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata, dan peluang kerja sama baru.
Film Jejak Rasa Yogyakarta dan Trilogi Buku Soto, Sambal, dan Nasi ini adalah hasil inisiasi Didit Hediprasetyo Foundation.
Film berdurasi enam menit yang disutradarai oleh Garin Nugroho ini mengangkat Yogyakarta yang dikenal akan keberagaman budaya, kehangatan masyarakat, serta warisan kuliner dalam balutan artistik modern.
Sementara itu, trilogi buku Soto, Sambal, dan Nasi menawarkan eksplorasi kuliner Indonesia tidak hanya melalui resep, namun juga melalui kisah, tradisi, dan nuansa yang menjadikan kuliner sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Paviliun Indonesia hingga saat ini telah melampaui target, baik dari jumlah pengunjung maupun capaian investasi. Sejak dibuka pada 13 April 2025, Paviliun Indonesia telah dikunjungi lebih dari 2,8 juta pengunjung.
Kemudian menampilkan lebih dari 100 Cultural Performance, 90 produk dipamerkan di Rolling Exhibition, serta 60 Business Forum dan One on One Meeting yang menghasilkan komitmen investasi hingga 23,8 miliar dolar AS.
Penyelenggaraan Paviliun Indonesia turut didukung berbagai mitra strategis serta berbagai kementerian/lembaga/daerah, dan instansi terkait lainnya.
- diplomasi kuliner
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.