Modernisasi Pertanian Dikebut, Kementan Bentuk 33 Balai Besar di Daerah
Minggu, 04 Jan 2026, 22:55 WIBKABUPATEN BOGOR â Implementasi modernisasi pertanian menjadi krusial untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pangan di tengah keterbatasan lahan dan tenaga kerja. Pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta sistem pertanian presisi memungkinkan proses produksi lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.
Secara analitis, modernisasi pertanian bukan hanya soal alat dan teknologi, tetapi juga transformasi manajemen usaha tani dan akses pembiayaan. Dengan penerapan yang konsisten, modernisasi mampu menekan biaya produksi, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.
Kementerian Pertanian membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 provinsi untuk memperkuat pendampingan teknologi pertanian daerah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Pembentukan 33 balai besar tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 dan berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry di Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1), menjelaskan bahwa balai besar tersebut merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang sebelumnya telah ada di daerah.
âDengan peningkatan status ini, koordinasi antara pusat dan daerah diharapkan semakin kuat, terutama dalam memperluas program dan kebijakan Kementerian Pertanian hingga ke tingkat lapangan,â kata Fadjry.
Ia menyampaikan bahwa Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian memiliki tugas melakukan identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi, perekayasaan, pengujian, diseminasi, serta penerapan paket teknologi pertanian spesifik lokasi.
Selain itu, balai besar tersebut juga melaksanakan produksi benih dan bibit sumber unggul yang tersertifikasi guna meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.
âBalai besar ini hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber bermutu sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian di daerah,â ujarnya.
Fadjry menambahkan keberadaan balai besar di setiap provinsi diharapkan mampu memfasilitasi dan memberikan pendampingan program pembangunan pertanian, sekaligus meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.
Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produksi pangan nasional secara efisien.
âKita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi agar produktivitas naik dan biaya produksi turun,â kata Mentan Andi Amran Sulaiman.
Pemerintah menargetkan percepatan modernisasi pertanian melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi unggul dan mekanisasi guna mewujudkan pertanian yang produktif, efisien dan berdaya saing.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wamendagri Ribka Haluk Desak Kepala Daerah Se-Papua Agar Dana Otsus Segera Terealisasi ke Masyarakat
-
Pemerintah Pulangkan WNI dari Iran
-
Hadirkan Harapan bagi UMKM Disabilitas, Telkom Selenggarakan Program Expandable Heroes
-
Kabar Baik! Denda Pajak di Jember Dihapus hingga Juni 2026
-
Rak Piring Fungsional dan Hemat Tempat Ciptakan Suasana Masak yang Nyaman dan Tertata
-
Tips Agar Perut Tidak Buncit dari Ade Rai: Jangan Malas Bergerak!
-
PMI berangkatkan bantuan 2.500 ton ke Sumatra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.