Pesanan Mengalir di Musim Liburan, Omzet Kerajinan Bambu Lebak Naik

Jumat, 02 Jan 2026, 21:45 WIB

LEBAK – Menjelang hingga puncak libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), suasana bengkel-bengkel bambu di Kabupaten Lebak, Banten, terasa lebih hidup.

Tangan-tangan perajin nyaris tak berhenti bekerja, menyelesaikan pesanan yang datang silih berganti—mulai dari perabot rumah tangga hingga produk dekorasi bernuansa alami yang tengah digemari konsumen.

Ket. Foto: Kholil, seorang pelaku ekonomi kreatif warga Curugbitung Kabupaten Lebak,Banten memproduksi keranjang tempat air minum kemasan dari bambu. — Sumber: ANTARA/ Mansyur

Lonjakan permintaan selama musim liburan membuat omzet pelaku ekonomi kreatif bambu ikut terkerek naik. Bagi para perajin, momen Nataru bukan sekadar musim ramai penjualan, tetapi juga penanda bahwa produk lokal berbahan bambu kian mendapat tempat di pasar.

Rezeki pun mengalir, seiring meningkatnya minat masyarakat pada karya ramah lingkungan buatan tangan-tangan lokal.

Kholil (40) seorang pelaku ekonomi kreatif bambu warga Curugbitung Kabupaten Lebak, Jumat (2/1), mengatakan sejak sepekan terakhir omzet penjualan meningkat selama Natal dan tahun baru hingga Rp8 juta dibandingkan hari-hari biasa sekitar Rp1 juta.

Produksi aneka kerajinan bambu itu di antaranya membuat baki atau tampan untuk tempat buah-buahan, makanan, minuman air mineral, tisu, kipas angin, tempat nasi, keranjang parcel, boboko, lampion, asbak rokok, miniatur perahu finisi, miniatur sepeda motor moge dan miniatur gudang leuit.

"Semua produk itu bahan bakunya dari bambu," kata Kholil.

Menurut dia, produk ekonomi kreatif bambu tersebut dijual bervariasi tergantung mutu dan kualitas barangnya, namun rata-rata mulai Rp15 ribu hingga Rp450 ribu.

Pihaknya memproduksi aneka kerajinan bambu itu menggunakan peralatan tradisional, sehingga kualitasnya cukup baik.

Selama ini, kata dia, produksi ekonomi kreatif bambu di wilayahnya di Curugbitung menjadikan andalan ekonomi masyarakat setempat.

"Kami mengembangkan usaha kerajinan bambu itu selama empat tahun dan bisa menghidupi keluarga," kata Kholil sambil menyatakan dirinya kerap diikutkan pameran.

Perajin lainnya, Yusuf (35) mengaku saat ini permintaan produk kerajinan bambu meningkat hingga mencapai Rp7,5 juta selama Natal dan tahun baru dari sebelumnya sekitar Rp1 juta.

Meningkatnya omzet tentu bisa membantu pendapatan ekonomi keluarga, terlebih dirinya difabel akibat ditabrak sepeda motor, sehingga kaki bagian kiri mengalami kecacatan.

"Kami menggeluti kerajinan bambu sudah berjalan sekitar lima tahun terakhir dan dibina oleh pemerintah daerah untuk membentuk kemandirian masyarakat agar kreatif dan inovatif," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan pemerintah daerah setiap tahun menyelenggarakan pelatihan aneka kerajinan bambu agar masyarakat memiliki ketrampilan dan kemandirian hidup juga dapat mewujudkan ekonomi kreatif sehingga bisa mengendalikan kemiskinan.

"Kami mengoptimalkan pembinaan dan pelatihan ekonomi kreatif untuk memproduksi aneka kerajinan bambu agar mereka dapat membangkitkan ekonomi masyarakat," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.