Daftar Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Pergeseran dari Genre Horor ke Komedi
Jumat, 02 Jan 2026, 19:35 WIBJAKARTA - Industri perfilman Indonesia membuka tahun 2026 dengan catatan sejarah baru yang bikin peta box office berubah total. Dua film rilisan 2025, Agak Laen 2: Menyala Pantiku! dan Jumbo, sama-sama berhasil menembus angka 10 juta penonton.
Pencapaian ini bukan cuma soal angka, tapi sinyal kuat bahwa selera penonton Indonesia sedang bergeser. Dominasi film horor yang bertahun-tahun bercokol di puncak kini mulai tergeser oleh komedi dan animasi.
Fenomena ini menunjukkan penonton makin terbuka pada genre yang lebih variatif dengan kualitas produksi yang makin matang. Film nasional tak lagi bermain aman di satu formula, tapi berani eksplor cerita, visual, dan pendekatan promosi.
Berikut daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa yang kini resmi mengisi papan atas box office nasional. Daftar ini memperlihatkan perubahan lanskap industri film Tanah Air dalam satu dekade terakhir.
1. Agak Laen 2: Menyala Pantiku! (2025) - 10.250.000 penonton.
Film ini resmi menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan menempati posisi puncak klasemen nasional. Disutradarai Muhadkly Acho dan diproduksi Imajinari, sekuel ini melanjutkan komedi absurd yang dekat dengan realitas masyarakat urban.
Kekuatan utama film ini ada pada karakter, dialog spontan, dan chemistry khas komunitas stand-up comedy. Strategi promosi masif di media sosial serta efek word of mouth membuat laju penonton sulit dibendung.
2. Jumbo (2025) - 10.233.002 penonton.
Jumbo mencetak sejarah sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa. Film garapan Ryan Adriandhy ini merupakan kolaborasi Visinema Studios, Springboard, dan Anami Films.
Kualitas visual yang kompetitif dan cerita keluarga yang universal membuat Jumbo menjangkau penonton lintas usia. Film ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa animasi lokal sulit bersaing di bioskop.
3. KKN di Desa Penari (2022) - 10.061.033 penonton.
Sebelum digeser dua film rilisan 2025, KKN di Desa Penari memegang rekor terlaris selama hampir tiga tahun. Film horor arahan Awi Suryadi ini diadaptasi dari kisah viral karya SimpleMan.
Atmosfer mistis budaya Jawa yang kuat membuat film ini jadi fenomena nasional. KKN di Desa Penari menjadi bukti kuatnya daya tarik horor berbasis cerita lokal.
4. Agak Laen (2024) - 9.127.602 penonton.
Film pertama Agak Laen menjadi fondasi utama kesuksesan sekuelnya. Dirilis pada 2024, film ini langsung mencuri perhatian lewat komedi segar dari komunitas kreator dan stand-up comedy.
Dengan lebih dari sembilan juta penonton, Agak Laen menjelma sebagai salah satu film komedi paling sukses secara komersial. Film ini membuka jalan baru bagi komedi non-konvensional di bioskop.
5. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos! Part 1 (2016) - 6.858.616 penonton.
Film ini menjadi simbol kebangkitan perfilman Indonesia di era modern. Disutradarai Anggy Umbara, Warkop DKI Reborn mengandalkan nostalgia grup lawak legendaris Warkop DKI.
Pada masanya, film ini sempat memegang rekor film Indonesia terlaris. Keberhasilannya membuktikan IP klasik tetap punya daya tarik jika dikemas relevan.
6. Pengabdi Setan 2: Communion (2022) - 6.391.982 penonton.
Sekuel karya Joko Anwar ini memperluas semesta Pengabdi Setan dengan skala yang lebih besar. Latar rumah susun terisolasi memberi atmosfer horor yang lebih intens dan sinematik.
Film ini dipandang menaikkan standar teknis dan artistik horor Indonesia. Pengabdi Setan 2 juga mengukuhkan Joko Anwar sebagai sutradara papan atas.
7. Dilan 1990 (2018) - 6.315.664 penonton.
Dilan 1990 menjadi fenomena budaya pop yang melampaui layar lebar. Adaptasi novel Pidi Baiq ini mengusung romansa sederhana dengan nuansa nostalgia 1990-an.
Karakter Dilan dan Milea menjelma ikon generasi muda. Film ini memicu tren adaptasi novel romantis ke bioskop.
8. Miracle in Cell No. 7 (2022) - 5.852.916 penonton.
Versi Indonesia film Korea Selatan ini sukses menyentuh emosi penonton lokal. Cerita drama keluarga dikemas dengan penyesuaian konteks budaya Indonesia.
Film ini membuktikan adaptasi asing bisa berhasil jika digarap sensitif dan relevan. Secara komersial, Miracle in Cell No. 7 tampil sangat solid.
9. Vina: Sebelum 7 Hari (2024) - 5.815.945 penonton.
Film ini diangkat dari kisah nyata yang sempat menghebohkan publik. Elemen horor dipadukan dengan pesan sosial yang kuat.
Selain menarik penonton, film ini memicu diskusi luas soal empati dan keadilan. Vina menjadi contoh horor dengan dampak sosial.
10. Dilan 1991 (2019) - 5.253.411 penonton.
Sebagai sekuel, Dilan 1991 menghadirkan konflik yang lebih emosional dan dewasa. Meski tak melampaui film pertamanya, basis penontonnya tetap solid.
Film ini menutup kisah Dilan dan Milea dengan sukses secara komersial. Dilan 1991 mengukuhkan kekuatan genre romansa di pasar film nasional.
- industri film
- Film Komedi
- Bioskop Indonesia
- Film Terlaris Indonesia
- Film Animasi
- Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
- Film Horor
- Film Romantis
- Film Komedi Indonesia
- Box Office
- Film Drama
- industri film Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
FDA Tarik Hampir 90.000 Botol Ibuprofen Anak di AS
-
Review Film Horor 'Caveat': Rangkaian Komponen Kengerian dari Sutradara 'Hokum'
-
Dominasi Berlanjut, Bezzecchi Menangi Lima Balapan Beruntun dan Pimpin Klasemen MotoGP
-
Film Biopik 'Michael (2026)' Ajak Fans Intip Perjuangan MJ Sejak Era Jackson 5
-
Review Film Horor 'Hokum': Penulis Novel yang Terjebak Kutukan Penyihir dan Pembunuhan di Hotel Terpencil
-
Geopark Rinjani Usul Pembangunan Shelter Sampah di Gunung Rinjani
-
"The Devil Wears Prada 2" Debut di Puncak Box Office Amerika Utara Pekan Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.