Menko PMK Ungkap Pembangunan Huntara dan Huntap Pascabencana Dipercepat
Jumat, 26 Des 2025, 18:55 WIBJAKARTA - Pemerintah memastikan percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra terus dilakukan di sejumlah daerah. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
âPembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) sudah mulai berjalan. Ini terus kita percepat,â kata Pratikno saat konferensi pers Penanganan Banjir dan Longsor Sumatra, di Jakarta, Jumat (26/12).
Pratikno menjelaskan, di Sumatera Barat pembangunan huntara telah berjalan di enam kabupaten dan kota. Sementara, kata Pratikno, untuk di Sumatera Utara pembangunan dilakukan di tiga kabupaten-kota dan terus bertambah.
âAdapun di Aceh, pembangunan huntara sudah dimulai di satu kabupaten, sementara kabupaten lainnya masih dalam tahap persiapan dan percepatan. Jadi salah satu tantangan utama dalam percepatan ini adalah penyiapan lahan,â ucap dia.
Menurut Pratikno, percepatan pembangunan hunian dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, Pratikno mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera menyiapkan lahan.
âSementara, pembangunan dilakukan secara gotong royong di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Nantinya, akan dikerjakan bersama-sama, dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan yang bahu-membahu membangun huntara,â ucap Pratikno.
Di saat yang sama, lanjut Pratikno, pemerintah juga mempersiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga yang pemukimannya harus direlokasi. Termasuk di dalamnya hunian tetap mandiri yang dibangun di atas lahan milik warga terdampak.
âPersiapan hunian tetap juga terus kita lakukan, baik untuk relokasi maupun hunian mandiri. Semuanya dipercepat agar masyarakat bisa segera tinggal dengan aman dan layak,â kata Pratikno.
Disisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai operasi modifikasi cuaca efektif untuk menekan intensitas curah hujan di Sumatra. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Abdul Muhari menjelaskan BNPB telah melaksanakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Dengan adanya moditifikasi cuaca, intensitas curah hujan di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor mengalami penurunan signifikan.
"Jumlah hari tanpa hujan dalam sebulan terakhir tercatat lebih banyak dibandingkan hari dengan hujan. Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa titik dan sempat memicu banjir susulan di sejumlah kawasan salah satunya Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,â kata Abdul Muhari. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Uji Kelayakan DK Otoritas Jasa Keuangan Memanas, Agus Sugiarto Usung 7 Pilar Penguatan
-
Terdapat 600 Unit Huntara di Simpang Opak Aceh, Pengungsi Pindah Secara Bertahap
-
BUMN Bangun 600 Hunian Sementara Pascabanjir Aceh, Targetkan 15.000 Unit
-
Inflasi Pendidikan Menguat, Perencanaan Dana Anak Jadi Keniscayaan
-
Rheinmetall AS Ungkap Detail Baru Kendaraan Tempur Masa Depan Lynx XM30
-
Huntara Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Ditargetkan Selesai Sebelum Ramadan
-
Wali Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Ruang Digital Aman dan Produktif bagi Remaja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.