Menko PMK Ungkap Pembangunan Huntara dan Huntap Pascabencana Dipercepat

Jumat, 26 Des 2025, 18:55 WIB

JAKARTA - Pemerintah memastikan percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra terus dilakukan di sejumlah daerah. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

“Pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) sudah mulai berjalan. Ini terus kita percepat,” kata Pratikno saat konferensi pers Penanganan Banjir dan Longsor Sumatra, di Jakarta, Jumat (26/12).

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno — Sumber: YouTube BNPB

Pratikno menjelaskan, di Sumatera Barat pembangunan huntara telah berjalan di enam kabupaten dan kota. Sementara, kata Pratikno, untuk di Sumatera Utara pembangunan dilakukan di tiga kabupaten-kota dan terus bertambah.

“Adapun di Aceh, pembangunan huntara sudah dimulai di satu kabupaten, sementara kabupaten lainnya masih dalam tahap persiapan dan percepatan. Jadi salah satu tantangan utama dalam percepatan ini adalah penyiapan lahan,” ucap dia.

Menurut Pratikno, percepatan pembangunan hunian dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, Pratikno mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera menyiapkan lahan.

“Sementara, pembangunan dilakukan secara gotong royong di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Nantinya, akan dikerjakan bersama-sama, dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga organisasi kemasyarakatan yang bahu-membahu membangun huntara,” ucap Pratikno.

Di saat yang sama, lanjut Pratikno, pemerintah juga mempersiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga yang pemukimannya harus direlokasi. Termasuk di dalamnya hunian tetap mandiri yang dibangun di atas lahan milik warga terdampak.

“Persiapan hunian tetap juga terus kita lakukan, baik untuk relokasi maupun hunian mandiri. Semuanya dipercepat agar masyarakat bisa segera tinggal dengan aman dan layak,” kata Pratikno.

Disisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai operasi modifikasi cuaca efektif untuk menekan intensitas curah hujan di Sumatra. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Abdul Muhari menjelaskan BNPB telah melaksanakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Dengan adanya moditifikasi cuaca, intensitas curah hujan di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor mengalami penurunan signifikan.

"Jumlah hari tanpa hujan dalam sebulan terakhir tercatat lebih banyak dibandingkan hari dengan hujan. Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa titik dan sempat memicu banjir susulan di sejumlah kawasan salah satunya Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat,” kata Abdul Muhari. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.