Program MBG di Masa Libur Sekolah Dipertanyakan, Efektivitas Jadi Sorotan

Rabu, 24 Des 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Rencana pemerintah untuk tetap menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah menuai kritik terkait potensi inefisiensi. Alokasi anggaran di periode libur berisiko menimbulkan pemborosan dan membuka peluang praktik tidak transparan, terutama jika kontrak pengadaan lebih banyak menguntungkan pihak swasta besar daripada sasaran program, yakni anak-anak sekolah.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai rencana tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan terkesan menghambur hamburkan pajak rakyat. Dia menambahkan setidaknya per Desember 2025, sudah ada 17.555 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah berjalan. Dengan asumsi masing-masing SPPG menyediakan 3.000 porsi setiap hari, maka ada sekitar 526,65 juta porsi yang disediakan selama liburan.

Ket. Foto: Program Prioritas - Penerapan MBG Selama Liburan Picu Pemborosan — Sumber: istimewa

“Dengan harga rata-rata 15.000 rupiah per porsi, ada 7,9 trilun rupiah uang rakyat yang digunakan. Dengan potensi laba per dapur mencapai 13,33 persen atau sekitar 2.000 rupiah dari 15.000 rupiah, akan ada 1 triliun rupiah masuk ke kantong pengusaha SPPG,” jelas Nailul kepada Koran Jakarta, Selasa (23/12).

Dia menambahkan, dengan merapel MBG beberapa hari dalam satu paket, maka makanan yang dibagikan tidak jauh dari makanan dalam kemasan mulai dari biskuit, snack ringan, susu dalam kemasan, hingga roti. “Uang 7,9 triliun rupiah akan masuk lebih banyak ke konglomerat, tidak ke pedagang sayur di pasar, tidak ke petani sayur di daerah,” jelasnya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menilai pelaksanaan MBG saat libur tidak menjadi persoalan, tetapi dia mengingatkan terkait efektivitas program tersebut. "Saya yakin jarang sekali anak yang mau ke sekolah cuma sekadar mengambil satu porsi makanan, apalagi kalau jarak rumahnya jauh,” ujar Irma.

Irma menegaskan, kelanjutan program MBG di masa libur sekolah sepenuhnya bergantung pada kesiapan Badan Gizi Nasional (BGN). Jika secara teknis dan logistik dinilai mampu, maka program tersebut dapat tetap dijalankan. “Kalau mereka (BGN) mampu dan yakin tidak akan ada masalah, silakan saja dilanjutkan,” jelas politisi Fraksi Partai NasDem ini.

Siapkan Skema

Sementara itu, BGN menyiapkan sejumlah skema penyaluran MBG selama masa libur sekolah. Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap berjalan seperti biasa.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap seperti biasa. Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan seberapa sering anak-anak bersedia datang ke sekolah,” kata Dadan.

  • Makan Bergizi Gratis (MBG)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.