Macron: Prancis Ingin Bangun Kapal Induk Baru

Selasa, 23 Des 2025, 02:15 WIB

ABU DHABI – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Minggu (21/12) mengatakan bahwa ia telah memberikan persetujuan resmi untuk mengganti kapal induk andalan negaranya, kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle.

Kapal itu, satu-satunya kapal induk bertenaga nuklir di luar Angkatan Laut AS, mulai beroperasi pada tahun 2001 setelah lebih dari satu dekade pembangunan.

Ket. Foto: Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle — Sumber: AFP/SAJJAD HUSSAIN

"Sejalan dengan dua undang-undang pemrograman militer terakhir, dan setelah peninjauan yang menyeluruh dan komprehensif, saya telah memutuskan untuk melengkapi Prancis dengan kapal induk baru," kata Presiden Macron saat berbicara dalam kunjungan ke pasukan Prancis di Uni Emirat Arab.

“Keputusan untuk memberikan persetujuan akhir dibuat pekan ini. Di era predator, kita harus kuat agar ditakuti," imbuh dia.

Prancis pertama kali meluncurkan studi untuk mengganti Charles de Gaulle pada tahun 2018, dengan pekerjaan pendahuluan dimulai dua tahun kemudian. Pengumuman dimulainya pembangunan kapal induk baru secara resmi ini disampaikan di tengah kebuntuan anggaran yang melanda perekonomian terbesar kedua di Uni Eropa.

Kapal induk baru Prancis ini juga bertenaga nuklir, dan akan jauh lebih besar dimensinya daripada kapal induk utama saat ini. Kapal ini akan memiliki bobot hampir 80.000 ton dan panjang sekitar 310 meter, dibandingkan dengan 42.000 ton dan 261 meter untuk kapal Charles de Gaulle. Dengan awak sebanyak 2.000 orang, kapal ini mampu menampung 30 jet tempur.

Meskipun kapal induk ini masih akan tampak kecil dibandingkan dengan 11 kapal induk super raksasa Angkatan Laut AS, hanya Tiongkok dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang saat ini mengoperasikan kapal induk berukuran serupa, yang semuanya menggunakan tenaga konvensional. SB/AFP/I-1

  • emmanuel macron

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.