AS Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Ekraf

Selasa, 23 Des 2025, 01:00 WIB

Pasar Negeri Paman Sam dinilai tetap menjanjikan bagi pelaku ekraf nasional karena memiliki permintaan besar, daya beli tinggi, serta ekosistem industri kreatif yang matang.

Jakarta – Amerika Serikat (AS) masih menjadi tujuan utama ekspor produk ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan AS menjadi tujuan tertinggi ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar global, disusul Swiss, Jepang, Thailand dan Uni Emirat Arab.

Ket. Foto: Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif - Kedepan kita bisa menjadikan Swiss sebagai hub untuk pasar Eropa, Thailand untuk pasar regional, dan Uni Emirat Arab sebagai hub timur tengah. — Sumber: antara

“Hal ini menunjukkan kombinasi pasar utama global dan kawasan. Kedepan kita bisa menjadikan Swiss sebagai hub untuk pasar Eropa, Thailand untuk pasar regional, dan Uni Emirat Arab sebagai hub timur tengah,” kata Riefky dalam acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12).

Seperti dikutip dari Antara, Riefky menjelaskan selama periode Januari hingga Oktober 2025, nilai ekspor ekraf ke AS tercatat mencapai 8,32 dollar AS. Sementara ekspor ekraf masih terkonsentrasi pada dua subsektor utama yaitu fashion dengan 14,86 juta dollar AS, dan kriya sebanyak 11,1 juta dollar AS.

Data yang diolah Kemenekraf dari BPS ini merupakan nilai ekspor untuk barang ekraf, dan belum termasuk ekspor jasa. Kedepan Kemenekraf bersama BPS dan Bank Indonesia akan bekerja sama agar jasa ekraf dapat dimasukkan dalam perhitungan ekspor untuk tahun-tahun berikutnya.

“Ini penting karena angka-angka tadi belum termasuk jasa, di jaman digital banyak karya kreatifitas yang juga diekspor melalui platform-platform digital, ini juga untuk dapat tercatat sebagai peta jalan, mendukung sektor ekraf yang berbasis digital dan teknologi,” kata Riefky.

Riefky mengatakan nilai ekspor ekraf secara keseluruhan ditargetkan sebesar 26,4 miliar dollar AS dan pada Oktober 2025 telah tercapai 101 persen dari target atau sebesar 26,68 milar dollar AS. Angka ini juga menunjukkan ekraf berkontribusi sebanyak 11,96 persen dari total ekspor non migas yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Tahun 2026, Kemenkeraf ditargetkan dapat mencapai nilai ekspor sebesar 27,85 dollar AS, melalui berbagai program dan aktivasi industri kreatif seperti Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) yang difokuskan untuk pejuang ekraf lokal go global dari 17 sektor ekraf.

Selain itu program Creative by Indonesia untuk meningkatkan identitas brand produk kreatif yang terintegrasi di tingkat internasional, serta Ekraf Hub yang merupakan digital platform untuk berkolaborasi dengan jejaring nasional bagi pelanggan kreatif yang pada akhirnya juga untuk mempersiapkan mereka untuk masuk ke pasar global.

Kekayaan Intelektual

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan pejuang ekonomi kreatif termasuk kreator Indonesia saat ini sudah diakui dunia, yang dibuktikan dengan beberapa kekayaan intelektual lokal yang dilirik studio animasi luar negeri.

Irene mengatakan salah satu hal yang dapat meningkatkan koneksi kreasi lokal ke pasar global ada kemampuan pitching yang baik.

“Dari semua program kita, kita memberikan panggung sebesar-besarnya untuk para pejuang ekraf supaya bisa tampil, harapan kita cuma satu, yuk tampil bareng, karena sendirian kita malu-malu yuk cari teman pegangan,” katanya.

Irene mengatakan dari semua deputi di Kementerian Ekraf memiliki tujuan yang sama untuk bisa menjual produk ekraf tidak hanya di nasional namun juga membidik pasar internasional.

Produk kreatif Indonesia, kata Irene, sudah diakui dunia mulai dari produk digital maupun non digital maka itu dengan produk yang ada bisa menghasilkan pendapatan baru dan menciptakan mesin ekonomi baru.

“Karena komitmen kita dari awal adalah mempergunakan produk lokal guna mendorong ekonomi kreatif. Dari semua hexahelix yang ada juga harus bareng-bareng mendorong, karena produk ekonomi kreatif itu bukan hanya di Indonesia tapi kadang kala lebih dihargai oleh internasional,” kata Irene.

  • ekspor

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.