AS Desak Thailand dan Kamboja Hentikan Pertempuran

Selasa, 23 Des 2025, 01:10 WIB

Washington – Amerika Serikat (AS) pada Minggu (21/12), menyerukan Thailand dan Kamboja untuk menghentikan pertempuran serta melaksanakan secara penuh Kesepakatan Perdamaian Kuala Lumpur, menyusul kembali pecahnya bentrokan di wilayah perbatasan yang disengketakan kedua negara.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menegaskan Washington terus mendesak Kamboja dan Thailand untuk mengakhiri permusuhan, menarik senjata berat, menghentikan pemasangan ranjau darat, serta menjalankan seluruh ketentuan dalam Kesepakatan Perdamaian Kuala Lumpur. Dikutip dari Antara, kesepakatan tersebut mencakup mekanisme percepatan pembersihan ranjau darat dan penyelesaian sengketa perbatasan.

Ket. Foto: Kerusakan akibat serangan udara Thailand di Kota Poipet, Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, belum lama ini. — Sumber: Agence Kampuchea Press (AKP)/AFP

AS juga menyambut baik rencana pertemuan para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) pada Senin (22/12), yang bertujuan mendorong Kamboja dan Thailand agar memenuhi komitmen mereka untuk mengakhiri konflik.

Kedua negara sebelumnya menandatangani perjanjian damai pada Oktober lalu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Kuala Lumpur, Malaysia, yang disaksikan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Namun, perjanjian tersebut kemudian ditangguhkan setelah sejumlah tentara Thailand mengalami luka serius akibat ledakan ranjau darat di salah satu provinsi perbatasan.

Pihak berwenang Thailand melaporkan sedikitnya 21 tentara Thailand dan satu warga sipil tewas dalam bentrokan yang masih berlangsung. Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Kamboja mencatat 18 warga sipil tewas dan 78 lainnya luka-luka. Thailand juga menyebutkan 33 warga sipil tambahan meninggal dunia akibat dampak tidak langsung dari konflik tersebut.

Pertemuan Menlu Asean

Sementara itu, para menteri luar negeri Asean, Senin (22/12) berkumpul di Malaysia untuk menyelesaikan konflik antara Thailand dan Kamboja yang kembali pecah dan menewaskan sedikitnya 40 orang.

Thailand dan Kamboja menghadiri pertemuan tersebut setelah PM Anwar pada Minggu mengatakan telah berbicara dengan mitra dari Thailand dan Kamboja, Anutin Charnvirakul dan Hun Manet.

Pada kesempatan itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyerukan Kamboja dan Thailand yang tengah bertikai agar menahan diri, menghentikan aksi militer, serta segera berdialog dan berdiplomasi sesuai Piagam Asean dan semangat persatuan Asean.

"Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengapresiasi peran Malaysia sebagai Ketua Asean dan mendorong seluruh pihak untuk menahan diri serta menghentikan aksi militer," sebut pernyataan itu.

Sugiono juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berperan secara konstruktif, termasuk mengirimkan personel dalam Tim Pengamat yang diberi mandat untuk memantau situasi di lapangan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.