Sinyal Pemulihan Berlanjut, Analis Ramalkan Tren Positif Investasi Global 2026

Senin, 22 Des 2025, 16:25 WIB

JAKARTA – Prospek pasar investasi global masih dibayangi ketidakpastian, seiring arah kebijakan suku bunga negara maju, tensi geopolitik, dan perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan.

Di tengah risiko tersebut, peluang tetap terbuka pada aset yang didukung fundamental kuat, diversifikasi geografis, serta sektor-sektor defensif dan berbasis inovasi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Fauzan.

Kondisi ini menuntut investor bersikap selektif dan adaptif, dengan menyeimbangkan strategi mitigasi risiko dan pemanfaatan momentum pemulihan ekonomi global.

Senior Market Analyst Nanovest Bryan Oskar memprediksi pasar investasi global masih memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren positif pada tahun depan, menyusul kinerja luar biasa yang dicatatkan sepanjang 2025.

Ia menuturkan, pasar global dapat melanjutkan tren bullish (menguat) jika bank sentral dunia terus melonggarkan kebijakan moneter dan sektor teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mempertahankan momentum inovasinya.

“Tahun 2025 bukan sekadar tahun rekor harga, melainkan tahun ketika aset tradisional (emas, saham) dan aset digital, Bitcoin, AI-related equities (saham yang berkaitan dengan AI), berlari beriringan menuju puncak baru,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (22/12).

Bryan mengatakan, hal tersebut membuktikan bahwa diversifikasi instrumen investasi modern mampu menggabungkan pengembangan aset tradisional dan aset digital untuk hasil yang lebih optimal.

Salah satunya, lanjut dia, tercermin pada pergerakan pasar saham Amerika Serikat yang mencatat reli kuat dengan S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average di mana berulang kali mencapai All-Time High (ATH/ rekor level tertinggi) baru sepanjang 2025.

Ia menuturkan, pencapaian tersebut didorong oleh euforia AI dan kinerja emiten teknologi Nvidia (NVDA) serta Palantir (PLTR) yang juga menciptakan rekor harga tertinggi baru.

Begitu pula dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus ATH sebesar 8.616 poin, atau naik 45 persen dari level terendah 5.987 pada April 2025.

Bryan menyampaikan, aset kripto juga mengalami peningkatan yang signifikan saat Bitcoin (BTC) menyentuh ATH lebih dari 126 ribu dolar AS (Rp2,11 miliar, kurs = Rp16.740) di triwulan III 2025, meskipun kini menurun menjadi kurang dari 100 ribu dolar AS (Rp1,67 miliar).

Sedangkan emas sebagai instrumen safe-haven mencapai harga 4.381 dolar AS (Rp73,34 juta) per troy ons di Oktober 2025.

Meskipun demikian, ia menyoroti valuasi saham AS, khususnya saham AI dengan rasio harga pasar saham dengan laba bersih per saham (Price-to-Earnings atau P/E) yang jauh melampaui puncak dot-com 2000 (spekulasi pasar saham perusahaan internet yang terjadi pada akhir 1990-an hingga 2000).

Bryan Oskar mengatakan hal tersebut memicu kekhawatiran “AI Bubble”, apalagi bayang-bayang utang nasional Amerika sebesar lebih dari 38 triliun dolar AS (Rp636.120 kuadriliun) yang menjadikan emas tetap sebagai safe-haven favorit dengan potensi rekor baru.

Meskipun demikian, kepercayaan investor pada platform investasi digital Nanovest tercatat masih tinggi terhadap peluang pasar investasi ke depan.

Chief Marketing Officer Nanovest Jovita Widjaja menyatakan, pihaknya mengalami peningkatan volume transaksi sebesar 95 persen pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

“Lonjakan hampir dua kali lipat pada volume trading (perdagangan) menunjukkan bahwa semakin banyak investor Indonesia yang percaya pada potensi pasar global untuk diadopsi di Indonesia,” imbuhnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.