- Home
-
- Megapolitan
-
- Panen Medali di POPNAS XVI...
Panen Medali di POPNAS XVII 2025, Gubernur Pramono Gelontorkan Rp10,8 Miliar Atlet Berprestasi
Senin, 22 Des 2025, 18:50 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia olahraga pelajar melalui pemberian penghargaan kepada atlet berprestasi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Ragunan, Jakarta Selatan.
Apresiasi diberikan kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih yang mengharumkan nama Jakarta di ajang nasional dan internasional sepanjang 2025. Capaian itu diraih melalui Pekan Olahraga Pelajar Nasional, Pekan Paralimpik Pelajar Nasional, serta Special Olympics World Winter Games.
Kontingen DKI Jakarta mencatat sejarah baru dengan menempati peringkat pertama POPNAS XVII Tahun 2025. Total 101 medali emas berhasil dikoleksi, menjadi raihan tertinggi sepanjang keikutsertaan Jakarta.
Dominasi tersebut mempertegas posisi Jakarta sebagai barometer pembinaan olahraga pelajar nasional. Prestasi ini juga menegaskan bahwa sistem pembinaan atlet usia muda di Jakarta berjalan konsisten dan terarah.
Selain POPNAS, atlet Jakarta juga tampil solid di Peparpenas XI Tahun 2025. Kontingen DKI Jakarta berhasil finis di peringkat ketiga nasional dan menunjukkan daya saing atlet disabilitas yang terus meningkat.
Di level internasional, atlet Jakarta turut menyumbang prestasi melalui Special Olympics World Winter Games 2025. Satu medali perunggu berhasil diraih dan menjadi bukti daya saing atlet pelajar Jakarta di panggung dunia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi itu lahir dari proses panjang yang tidak instan.
"Prestasi ini merupakan hasil pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membentuk karakter atlet," ujar Pramono Anung.Â
Menurut Pramono, setiap medali yang diraih menyimpan cerita perjuangan dan pengorbanan. Atlet pelajar harus menjalani latihan ketat dan sering kali jauh dari keluarga demi prestasi.
"Di balik setiap kemenangan ada konsistensi dan dedikasi yang luar biasa," katanya.
Sebagai bentuk penghargaan konkret, Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan dana apresiasi senilai Rp10,8 miliar. Dana tersebut diberikan kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih sesuai capaian masing-masing ajang.
Untuk POPNAS XVII 2025, total apresiasi yang disalurkan mencapai Rp9,251 miliar. Dana ini diberikan kepada para atlet dan ofisial yang menyumbang dominasi Jakarta di klasemen akhir.
Sementara itu, untuk Peparpenas XI 2025, Pemprov DKI menyalurkan apresiasi sebesar Rp1,135 miliar. Penghargaan ini melibatkan 28 atlet, 11 pelatih, dan delapan asisten pelatih.
Pada ajang Special Olympics World Winter Games 2025, apresiasi senilai Rp400 juta diberikan kepada satu atlet dan satu pelatih. Langkah ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap atlet berkebutuhan khusus.
Pramono Anung juga mengarahkan pandangan ke agenda olahraga nasional berikutnya. Ia menyebut POPNAS sebagai fondasi menuju Pekan Olahraga Nasional 2028.
"Masih ada waktu dua hingga tiga tahun untuk persiapan menuju PON 2028," ucap Pramono.
PON 2028 akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembinaan atlet pelajar sebagai tulang punggung kekuatan kontingen.
Pramono menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap atlet Jakarta. Dukungan itu mencakup fasilitas, pembinaan, hingga jaminan keberlanjutan karier olahraga.
Selain itu, ia menyoroti kontribusi atlet Jakarta di ajang SEA Games. Atlet DKI Jakarta menyumbang 27 dari total 91 emas Indonesia.
Kontribusi hampir 25 persen tersebut dinilai sebagai indikator kualitas pembinaan atlet Jakarta. Capaian ini juga menjadi modal besar menghadapi PON dan event internasional mendatang.
Menurut Pramono, sinergi antarinstansi harus terus diperkuat. Kolaborasi antara sekolah, pelatih, dan pemerintah menjadi kunci keberlanjutan prestasi.
Jakarta juga diproyeksikan sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga nasional dan internasional. Prestasi atlet pelajar menjadi wajah kesiapan kota dalam menyelenggarakan event besar.
Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Ragunan disebut sebagai salah satu tulang punggung pembinaan atlet muda. Fasilitas ini terus dikembangkan untuk menjawab tantangan prestasi masa depan.
Pemprov DKI Jakarta menilai investasi pada atlet pelajar bukan sekadar soal olahraga. Pembinaan ini juga membentuk karakter generasi muda yang kompetitif dan bermental tangguh.
Melalui penghargaan ini, pemerintah ingin memastikan atlet merasa dihargai secara nyata. Apresiasi finansial diharapkan menjadi motivasi untuk terus berprestasi.
- atlet
- Pekan Olahraga Nasional
- Atlet Berprestasi
- Gubernur DKI Pramono Anung
- PON 2028
- Popnas
- peparpenas
- Popnas dan Peparpenas XI Jakarta 2025
- DKI Jakarta Evaluasi Prestasi POPNAS XVII
- POPNAS XVII 2025
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
Wajib Tahu, Begini Cara Cepat Dapat Penanganan Jantung di RSUD Hasri Ainun Habibie
-
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Bersihkan Sampah di Kawasan Sembalun
-
Kementan Adopsi Gagasan IPB Jadi Gerakan Nasional Pengendalian Hama
-
Hasil Liga Inggris: Taklukkan Brentford 2-1, Manchester United Kokoh di Peringkat Tiga
-
Rekor Baru Singapura: Angka Kasus Korupsi Menurun
-
Gubernur DKI Pramono Nilai Bantuan Pembangunan Halte Perkuat Layanan Transjabodetabek
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.