BNPB Dampingi Penanganan Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci Tegal
Senin, 22 Des 2025, 11:49 WIBMAGELANG â Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan dampak banjir bandang yang melanda kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan yang diterima di Magelang, Jawa Tengah, Senin (22/12), mengatakan bahwa banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur pendukung kawasan wisata.
Kerusakan yang dilaporkan BPBD Kabupaten Tegal, meliputi selang pipa air panas, jembatan penyeberangan kecil di area Pancuran 13, serta pohon tumbang di sekitar Pancuran 5.
Abdul memastikan tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang di kawasan wisata tersebut.
BNPB bersama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tegal telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material lumpur dan puing yang terbawa arus banjir.
Sebagaimana dalam rencana aksi yang diterima BNPB, pembersihan difokuskan pada area pemandian air panas dan jalur akses wisata guna memastikan keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar.
Selain pembersihan, kata Abdul tim petugas gabungan saat ini juga melakukan monitoring kondisi aliran Sungai Gung yang mengaliri kawasan Guci untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Menurut dia, kawasan wisata Guci sementara ditutup hingga seluruh proses perbaikan dan pembersihan selesai.
BNPB mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang berlangsung hingga awal tahun depan yang merupakan puncak musim hujan.
Sebagaimana laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memberikan peringatan dini adanya potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan.
Menurut Abdul, potensi cuaca ekstrem tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Untuk itu masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca secara berkala, membersihkan saluran drainase, serta memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang.
Apabila hujan lebat berlangsung dalam durasi lama, masyarakat diminta melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman sesuai arahan petugas di lapangan.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Evakuasi warga terjebak karhutla di Palangka Raya
-
Modus Pipa Besi dan Selang! Tiga Pengoplos Gas Elpiji Subsidi di Karawang Digulung Polisi
-
Bantu Masyarakat Terdampak Bencana, Kementan Kirim Bantuan Pangan Senilai 75,4 Miliar ke Flores
-
Siap Tempur, Gelandang Marc Klok Antusias Jalani Latihan Bersama Persib Bandung
-
Pascagempa M7,7 di NTT, Kepala BNPB dan Menko PMK Segera ke Wilayah Terdampak
-
Flu Burung Akhirnya Jebol Benteng Pertahanan Terakhir Tasmania
-
Rano Karno Gagas Serial AI “Rimba Raya”, Ajak Generasi Muda Kembali Cintai Alam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.