Berpotensi Terkoreksi Lanjutan, 22 Desember 2025

Senin, 22 Des 2025, 08:10 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan awal pekan ini. Pergerakan IHSG diperngaruhi kondisi pelaku pasar yang cenderung hati-hati menjelang libur panjang pekan ini. 

Head of Retail Research MNC Sekuri­tas, Herditya Wicakdana melihat perge­rakan indeks pada awal pekan ini akan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain dinamika nilai tukar rupiah, perkembangan geopolitik AS dan Venezuela, serta potensi sepinya transaksi menjelang libur akhir tahun. Karena­nya, dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (22/12), begerak melanjutkan koreksi dari akhir pekan lalu dengan level support di 8.560 dan resistance di 8.660.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, IHSG dalam perdagangan, Jumat (19/12), ditutup melemah melemah 8,64 poin atau 0,10 persen dari sehari sebelumnya menjadi 8.609,55. Di tengah pelemahan IHSG, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 justru me­nguat 1,81 poin atau 0,21 persen ke level 853,53.

“Tekanan pada indeks terutama dipicu koreksi di sektor transportasi, sementara sektor noncyclical membukukan kenaikan terbesar pada perdagangan hari ini. Selain itu, pelemahan rupiah di pasar spot ke level 16.750 rupiah per dollar AS turut membebani pergerakan pasar saham, se­iring mayoritas mata uang Asia yang cenderung melemah,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.

Dari sisi data domestik, kinerja penjualan mobil masih menunjukkan pelemahan. Penjualan mobil domestik pada November 2025 tercatat turun 0,8 persen secara tahunan (year on year/ yoy) menjadi 74.252 unit. Meski demikian, penurunan ini melambat dibandingkan Oktober 2025 yang turun 4,4 persen yoy.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.