• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kisah UMKM Fesyen Pria yan...

Kisah UMKM Fesyen Pria yang Tumbuh Pesat Berkat Ekosistem Digital

Minggu, 21 Des 2025, 21:48 WIB

Di tengah transformasi industri fesyen, semakin banyak anak muda yang memilih menciptakan jalannya sendiri. Didukung teknologi dan ekosistem yang membuka peluang lebih luas bagi pertumbuhan brand local mereka.

Berangkat dari misi menghadirkan produk fesyen pria lokal yang elegan, berkualitas, namun tetap terjangkau, Nawla menjadi salah satu contoh UMKM yang berhasil mengubah keresahan pribadi menjadi karya bernilai.

Ket. Foto: Founder Nawla Alwan, Alwan Abdul Zaki. Berawal dari keresahan personal, sebuah brand fesyen pria lokal tumbuh pesat sebelum usia 30 tahun dengan memanfaatkan ekosistem digital, strategi konten kreatif, dan peluang pasar global. — Sumber: Shopee

Kisah Nawla menjadi bagian dari rangkaian Kisah UMKM Shopee “Sukses Berkarya Sebelum 30,” yang mengangkat perjalanan para pelaku UMKM dan brand lokal dalam meraih mimpi dengan mengoptimalkan berbagai peluang bersama ekosistem Shopee.

“Berangkat dari pengalaman panjang di industri fesyen, saya membangun Nawla dengan visi menghadirkan fesyen pria yang timeless dari segi konsep dan kualitas untuk dipakai lintas generasi,” kata Founder Nawla Alwan, Alwan Abdul Zaki.

Sejak awal, Nawla dijalankan dengan tujuan menghadirkan kualitas yang sepadan dengan harga yang lebih rasional. Perkembangan ekosistem digital seperti Shopee memainkan peran penting dalam perjalanannya, memungkinkan jenama lokal ini untuk bertumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Shopee telah menjadi pilar utama penjualan kami, dengan lebih dari  80 persen dari total penjualan Nawla berasal dari Shopee,” papar Alwan.

Nawla resmi berdiri pada akhir 2023, didirikan oleh Alwan saat berusia 25 tahun. Brand ini berangkat dari perjalanan personal sang pendiri yang telah berkecimpung di industri fesyen sejak lulus SMA. Nama Nawla dipilih dari pembalikan nama Alwan, sebagai simbol keterikatan personal yang menjadi fondasi jenam dalam membangun identitasnya.

Alwan menuturkan bahwa setiap koleksi Nawla lahir dari keresahan pribadi yang kemudian diramu dengan identitas produk serta kebutuhan konsumen. Pendekatan ini melahirkan produk dengan karakter desain yang timeless dan awet.

“Setiap produk Nawla dirancang agar relevan digunakan lintas generasi. Saya membayangkan pakaian yang tetap layak dipakai seiring waktu, bahkan dapat diwariskan kepada anak atau anggota keluarga lain,” ujar Alwan.

Perjalanan Nawla dimulai dari skala kecil dengan lima artikel produk, berfokus pada kaos dan polo berbahan knitwear dengan desain yang lebih refined dan tidak pasaran. Seiring pertumbuhan merek ini terus berevolusi.

Produk terus dikembangkan, mulai dari polo dengan desain signature, kemeja dengan detail jahitan rapi dan material quick dry, hingga loose pants yang dirancang nyaman untuk aktivitas harian. Setiap artikel dikembangkan melalui proses riset, uji pasar, dan produksi bertahap guna menjaga kualitas tetap terjaga.

Dalam operasionalnya, Nawla mengadopsi model kerja kolaboratif bersama talenta muda, dengan mayoritas tim berasal dari generasi Gen Z. Sistem kerja fleksibel berbasis work from home (WFH) membuka ruang bagi anak muda kreatif untuk memperoleh pengalaman industri sekaligus menyalurkan ide-ide segar.

“Seiring meningkatnya permintaan pasar, kapasitas produksi Nawla bertumbuh dari sekitar 2.000 potong per bulan pada 2023 menjadi 4.000 potong per bulan pada 2025, menandai perjalanan Nawla sebagai UMKM fesyen yang berkembang secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Akselerasi Pertumbuhan Bisnis

Sejak awal berdiri pada Agustus 2023, Nawla memilih Shopee sebagai platform utama penjualan online. Keputusan ini berangkat dari pengalaman Alwan yang telah berkecimpung di industri fesyen sejak 2019, melihat tingginya trafik dan potensi pasar fesyen di Shopee. Ditambah karakter konsumen yang matang dan siap bertransaksi, Shopee dinilai sebagai ekosistem yang tepat bagi brand baru untuk tumbuh sejak hari pertama.

Perjalanan Nawla di Shopee pun sangat terbantu dengan ekosistem dan perilaku pasar yang sudah terbentuk memungkinkan untuk fokus pada kualitas produk dan strategi konten yang kreatif, dengan harga yang tetap kompetitif.

Berbagai fitur dalam ekosistem Shopee dimanfaatkan secara menyeluruh, mulai dari Shopee Live, Shopee Video, Shopee Affiliate Program, hingga fitur iklan, guna mengoptimalkan anggaran pemasaran sekaligus mencapai target penjualan secara lebih terukur.

Performa bisnis Nawla di Shopee mencatatkan pertumbuhan penjualan yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada tahun kedua operasional, penjualan meningkat lebih dari 100% dan terus bertumbuh secara berkelanjutan pada periode berikutnya.

“Momentum kampanye belanja tematik turut memberikan kontribusi yang signifikan, seperti pada kampanye Shopee Big Ramadan Sale tahun ini mampu meningkatkan penjualan hingga 3 kali lipat, diikuti kontribusi dari kampanye belanja tanggal kembar tiap bulannya yang mendorong peningkatan penjualan hingga 3 kali lipat,” papar Alwan.

Tidak berhenti di pasar domestik, Nawla juga mulai memperluas jangkauan melalui Program Ekspor Shopee. Melalui inisiatif ini, produknya kini dapat diakses oleh konsumen di Singapura, membuka babak baru bagi perjalanan brand lokal menuju pasar global.

Ke depannya, Nawla masih menyimpan banyak rencana pengembangan untuk terus menjawab kebutuhan konsumen fesyen pria yang kian dinamis, dan terus berinovasi menghadirkan artikel fesyen pria yang relevan dengan gaya hidup modern, termasuk rencana peluncuran lini outerwear dan oversize t-shirts yang tetap mengedepankan karakter Nawla.

“Melalui proses produksi yang adaptif dan responsif terhadap masukan pelanggan, Nawla berupaya menjaga keseimbangan antara idealisme brand dan kebutuhan pasar,” ujar Alwan.

Di sisi lain, Alwan berharap Shopee dapat terus menjadi ruang kolaborasi dan pertumbuhan bagi UMKM dan brand lokal di Indonesia, dengan menghadirkan akses teknologi, pasar, serta edukasi yang memungkinkan pelaku usaha lokal untuk naik kelas dan bersaing secara berkelanjutan.

“Bagi UMKM dan generasi muda di luar sana, perjalanan Nawla menjadi bukti bahwa dengan visi yang jelas, keberanian berinovasi, serta pemanfaatan ekosistem digital secara optimal, mimpi untuk berkarya dan bertumbuh sebelum usia 30 bukanlah hal yang mustahil,” tuturnya Alwan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.