Australia Tuntut Penembak di Bondi Beach dengan Tuduhan Terorisme

Kamis, 18 Des 2025, 12:20 WIB

SYDNEY – Polisi Australia pada Rabu (17/12) mendakwa Naveed Akram, terduga pelaku penembakan massal di Bondi Beach, dengan tuduhan terorisme, 15 tuduhan pembunuhan, dan sejumlah kejahatan lainnya.

"Polisi akan mendakwa di pengadilan bahwa pria tersebut terlibat dalam tindakan yang menyebabkan kematian, cedera serius, dan membahayakan nyawa untuk memajukan tujuan keagamaan dan menimbulkan ketakutan di masyarakat," kata kepolisian Negara Bagian New South Wales.

Ket. Foto: Pelaku penembakan massal di Bondi Beach, Naveed Akram — Sumber: Istimewa

"Indikasi awal menunjukkan serangan teroris yang terinspirasi oleh ISIS, sebuah organisasi teroris yang terdaftar di Australia," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang mengatakan Naveed dan ayahnya, Sajid Akram, melepaskan tembakan ke arah festival Yahudi di Pantai Bondi yang terkenal di Sydney pada Minggu (14/12) malam, menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya.

Naveed terluka parah akibat tembakan polisi, dan media lokal melaporkan bahwa ia sadar dari koma pada Selasa (16/12) malam. Sedangkan Sajid Akram tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Polisi mengatakan Naveed juga didakwa dengan 40 tuduhan menyebabkan luka berat pada seseorang dengan maksud membunuh, serta mempertontonkan simbol organisasi teroris terlarang di depan umum.

Dua bendera ISIS buatan sendiri ditemukan di dalam sebuah mobil yang terdaftar atas nama Naveed dan diparkir di dekat pantai. AFP/I-1

  • Penembakan Massal di Pantai Bondi, Australia

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.