Ribuan Gletser akan Mencair Setiap Tahun pada Pertengahan Abad Ini

Rabu, 17 Des 2025, 01:00 WIB

PARIS – Sebuah studi yang dirilis pada Senin (15/12), memperingatkan bahwa ribuan gletser di dunia berpotensi lenyap setiap tahun dalam beberapa dekade mendatang. Pada akhir abad ini, hanya sebagian kecil gletser yang akan tersisa jika pemanasan global tidak berhasil dikendalikan.

Penelitian tersebut menyebutkan, kebijakan pemerintah dalam menangani perubahan iklim akan sangat menentukan skala kehilangan gletser. Pada pertengahan abad ini, dunia diperkirakan bisa kehilangan sekitar 2.000 hingga 4.000 gletser setiap tahunnya, tergantung pada tingkat pemanasan global.

Ket. Foto: Sumber: World Meteorological Organization, WGMS/KJ/and/ones — Sumber: afp

Perbedaan kenaikan suhu hanya beberapa derajat dapat menjadi penentu apakah hampir setengah dari gletser dunia masih bertahan hingga tahun 2100, atau justru tersisa kurang dari 10 persen.

“Hasil penelitian kami menggarisbawahi urgensi penerapan kebijakan iklim yang ambisius,” ujar pemimpin studi Lander Van Tricht, dalam riset yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change.

Selama ini, penelitian gletser umumnya berfokus pada penyusutan massa dan luas gletser raksasa. Namun, Van Tricht bersama timnya meneliti jumlah gletser individual yang diperkirakan mencair setiap tahun sepanjang abad ini.

Para ilmuwan menilai, meskipun pencairan gletser kecil berdampak lebih terbatas terhadap kenaikan permukaan laut dibandingkan gletser besar, hilangnya gletser-gletser tersebut dapat menimbulkan kerugian signifikan bagi pariwisata dan budaya lokal.

“Hilangnya setiap gletser dapat membawa dampak besar secara lokal, meskipun kontribusi air lelehnya relatif kecil,” kata Van Tricht dari ETH Zurich dan Vrije Universiteit Brussel.

Salah satu penulis studi, Matthias Huss dari ETH Zurich, mengingatkan bahwa kehilangan gletser bukan sekadar isu ilmiah. Ia pernah terlibat dalam upacara pemakaman simbolis Gletser Pizol di Pegunungan Alpen Swiss pada 2019.

“Gletser yang kita bicarakan di sini bukan hanya angka atau data. Kehilangannya benar-benar menyentuh hati kita,” ujarnya.

Puncak Kepunahan

Para ilmuwan memeriksa garis besar 211.490 gletser yang diperoleh dari citra satelit dari basis data global untuk menentukan tahun kapan jumlah gletser terbanyak akan menghilang – sebuah konsep yang mereka sebut "puncak kepunahan gletser".

Mereka menggunakan model komputer gletser di bawah beberapa skenario pemanasan yang berbeda – mulai dari dunia di mana suhu naik 1,5 derajat Celcius dari tingkat pra-industri hingga dunia di mana suhu naik 4 derajat Celcius.

Saat ini, dunia kehilangan sekitar 1.000 gletser setiap tahunnya, tetapi studi tersebut memperingatkan bahwa laju kehilangan gletser akan semakin cepat.

Jumlah gletser yang menghilang setiap tahun akan mencapai puncaknya pada 2.000 pada tahun 2041, bahkan jika pemanasan dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius – ambang batas yang disepakati negara-negara dalam Perjanjian Paris untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim.

Dengan laju tersebut, pada tahun 2100 akan tersisa 95.957 gletser di seluruh planet, atau hampir setengahnya.

Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan bahwa pemanasan global diperkirakan akan melebihi 1,5 derajat Celcius dalam beberapa tahun mendatang.

Berdasarkan proyeksi yang menunjukkan suhu akan naik 2,7 derajat Celcius di bawah kebijakan pemerintah, sekitar 3.000 gletser akan menghilang setiap tahun antara tahun 2040 dan 2060, kata para ahli gletser.

Pada tahun 2100, hanya satu dari lima gletser, atau 43.852 gletser, yang akan bertahan di dunia dengan kenaikan suhu 2,7 derajat Celcius.

Dalam skenario terburuk di mana suhu naik 4 derajat Celcius, sebanyak 4.000 gletser akan menghilang setiap tahunnya pada pertengahan tahun 2050-an.

Hanya sembilan persen gletser, atau 18.288, yang akan tersisa pada akhir abad ini.

Waktu puncak hilangnya gletser bervariasi antar wilayah, tergantung pada ukuran dan lokasinya.

Di daerah dengan gletser yang sebagian besar berukuran kecil, seperti Pegunungan Alpen Eropa dan Andes subtropis, separuhnya bisa hilang dalam waktu dua dekade.

  • hasil studi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.