• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Studi IBM: Adopsi AI di In...

Studi IBM: Adopsi AI di Indonesia Terbentur Keamanan Data, Infrastruktur TI, Etika, dan Talenta

Kamis, 05 Jun 2025, 14:56 WIB

JAKARTA – Sebuah studi terbaru dari IBM menunjukkan kesiapan bisnis di Indonesia untuk mengadopsi kecerdasan buatan (artificial iIntelligence/AI). Sebesar 85% melaporkan keuntungan operasional yang signifikan dan 93% yakin dengan kemampuan mereka untuk menerapkan AI.

Namun, dari sisi kesiapsiagaan etika AI tertinggal. Hanya 45% responden mengatakan mereka memahami cara menggunakan AI secara etis, dan hanya 24% melaporkan memiliki proses tata kelola AI yang jelas.

Ket. Foto: General Manager and Technology Leader, IBM ASEAN, Catherine Lian memaparkan hasil studi berjudul “Unlocking Indonesia’s Economic Potential for Future Prosperity.” — Sumber: IBM

Laporan berjudul “Unlocking Indonesia’s Economic Potential for Future Prosperity” menawarkan pandangan komprehensif tentang prioritas dan tantangan lebih dari 500 pemimpin bisnis senior di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari berbagai industri baik swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Studi ini mengeksplorasi prospek ekonomi, strategi pertumbuhan, dan poin-poin penting guna membantu meningkatkan upaya mempercepat pembangunan berkelanjutan melalui AI. Beberapa temuan utama dipaparkan sebagai berikut:

Pertama AI dan transformasi digital sebagai pendorong pertumbuhan. Sebesar 77% pemimpin bisnis Indonesia melihat AI dan transformasi digital sebagai peluang pertumbuhan utama negara ini. Kedua fokus pada keberlanjutan. Sebesar 94% responden berencana untuk meningkatkan investasi dalam inisiatif keberlanjutan, dengan 89% sudah mengalokasikan lebih banyak dana untuk teknologi hijau dalam anggaran tahun 2025 mereka.

Ketiga tantangan kritis yang ada, Infrastruktur (84%), keamanan siber (55%), dan kurangnya talenta terampil digital (45%) tetap menjadi hambatan utama untuk mewujudkan ambisi ekonomi digital Indonesia.


UMKM adalah Masa Depan

Usaha mikro dan kecil merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja. Meskipun sektor ini memimpin dalam investasi digital, hanya 63% yang memiliki strategi AI yang jelas, dibanding usaha menengah (80%) dan besar (71%).

“Ini menandakan perlunya kebijakan pemerintah yang lebih terarah untuk mendukung transformasi digital UMKM,” kata General Manager and Technology Leader, IBM ASEAN, Catherine Lian dalam keterangan tertulis pada hari Rabu (4/6).

 Ia menuturkan, Indonesia berada di garis depan inovasi teknologi dan kemajuan digital, dan IBM bekerja dengan pelaku bisnis serta pemangku kebijakan guna menggalakkan transformasi digital berbasis AI secara luas untuk membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan sosial Indonesia.

“IBM percaya bahwa dengan membangun fondasi digital yang aman, menjembatani kesenjangan talenta, serta mendorong kerangka kerja nasional untuk AI yang etis melalui kolaborasi dan investasi infrastruktur akan menjadi faktor utama keberhasilan,” ungkap Catherine.

Kesenjangan BUMN dan Swasta

Laporan ini juga menyoroti kesenjangan yang melebar antara sektor swasta dan BUMN. Meskipun BUMN sangat penting untuk infrastruktur nasional, 59% menyebutkan kurangnya tenaga kerja terampil sebagai tantangan digital utama mereka. Hal ini diikuti oleh biaya operasional yang tinggi (55%) dan masalah keamanan data (49%).

“Ini menunjukkan laju investasi keamanan yang lebih lambat, yang berpotensi membahayakan jaringan nasional dan rantai pasokan,” tambah Catherine.

Ia mengusulkan untuk menutup kesenjangan keterampilan talenta melalui kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership). Meskipun 83% responden menyadari inisiatif pemerintah yang ada untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sebagian besar 97% menyerukan kemitraan publik-swasta yang lebih dalam, terutama dalam pengembangan AI dan keterampilan digital.

Peran Kepemimpinan

Para pemimpin bisnis menunjuk pada ciri-ciri kepemimpinan modern seperti kemampuan beradaptasi dan agile (71%), kolaborasi dan orientasi tim (63%), dan fokus yang kuat pada inovasi teknologi (78%) sebagai faktor penting dalam mendorong keberhasilan bisnis di lanskap digital yang berkembang pesat.

 "Waktu untuk eksperimen telah berakhir. Kami percaya sekarang adalah waktu yang tepat memulai transformasi nyata untuk era baru AI ini. Bisnis dan pembuat kebijakan sama-sama memiliki peluang unik untuk membentuk pertumbuhan berbasis AI dalam skala besar. IBM bertujuan untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan dan berkontribusi pada pengembangan ekosistem AI yang kuat di Indonesia," kata Catherine.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.