Mendag Lepas Ekspor Senilai Rp978 Miliar, Ada dari Kopdes Merah Putih

Rabu, 17 Des 2025, 19:36 WIB

JAKARTA-Menteri Perdagangan RI Budi Santoso melepas ekspor serentak dari delapan provinsi dengan total nilai mencapai 58,77 juta dollar AS atau setara 978 miliar rupiah pada Rabu, (17/12) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Selain Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kegiatan ini dilaksanakan di Mojokerto, Jawa Timur; Semarang, Jawa Tengah; Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; Makassar, Sulawesi Selatan; Badung, Bali; Samarinda, Kalimantan Timur; dan Batam, Kepulauan Riau.

Ket. Foto: Menteri Perdagangan RI Budi Santoso melepas ekspor serentak dari delapan provinsi dengan total nilai mencapai 58,77 juta dollar AS atau setara 978 miliar rupiah pada Rabu, (17/12) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat — Sumber: istimewa

Pelepasan ekspor mengusung tema “Sinergi Nusantara: Dari 8 Penjuru Menembus Pasar Dunia”. Kegiatan ini diikuti 31 badan usaha, termasuk satu di antaranya adalah Koperasi Merah Putih. 

Selain itu, turut serta pelaku usaha yang untuk pertama kalinya melakukan ekspor, yakni CV Sorajati Dharma Biru asal Yogyakarta, yang berhasil menembus pasar tujuan ekspor nontradisional ke Bora-Bora Island, Polinesia Prancis. Pelepasan serentak mencakup berbagai jenis produk ekspor, mulai dari sektor manufaktur, komoditas primer, hingga produk kreatif.

"Kegiatan ini melibatkan 31 perusahaan yang melakukan ekspor dari delapan titik dengan total nilai mencapai 58,77 juta dolar AS atau sekitar 978 miliar rupiah. Pencapaian ini mencerminkan kontribusi pelaku usaha yang berjalan seiring dengan peran pemerintah melalui berbagai kebijakan dalam mendukung ekosistem perdagangan," ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menegaskan, pemerintah bersama pelaku usaha akan terus mendorong peningkatan ekspor nasional secara inklusif. Ekspor tidak hanya menjadi domain perusahaan besar, tetapi juga harus dapat dinikmati oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga koperasi agar semakin mampu menembus pasar global. 

Partisipasi Koperasi Merah Putih dalam pelepasan ekspor ini menjadi contoh konkret upaya pemerintah dalam memperluas akses ekspor bagi pelaku usaha berbasis kolektif, sejalan dengan penguatan ekosistem ekspor nasional yang inklusif. Kemendag juga mendorong pengembangan ekspor berbasis daerah melalui program Desa Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. 

Hingga saat ini, terdapat sekitar 741 desa yang dinilai siap untuk didorong menjadi desa ekspor. "Pemerintah akan memberikan berbagai pelatihan, mulai dari standardisasi produk, desain, hingga manajemen usaha agar produk desa memiliki daya saing ekspor," lanjut Mendag Busan.

Selain itu, Mendag Busan kembali mengajak pelaku UMKM untuk memanfaatkan program UMKM BISAEkspor. Melalui perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, UMKM difasilitasi untuk mengikuti kegiatan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang rutin dilakukan. Hingga periode Januari–November, program ini telah mencatatkan transaksi sebesar 134,4 juta dolar AS atau sekitar 2,1 triliun rupiah.

"Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan UMKM dan pemerintah daerah untuk meningkatkan ekspor Indonesia," tegasnya.

Mendag Busan juga mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan internasional yang telah diselesaikan pemerintah. Sepanjang tahun ini, Indonesia telah menyelesaikan lima perundingan dagang, di antaranya dengan Uni Eropa, Kanada, Peru, Tunisia, serta Eurasia. 

Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian perdagangan yang membuka peluang pasar global yang semakin luas bagi eksportir nasional. "Hingga saat ini Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian perdagangan internasional.

Implementasi perjanjian-perjanjian tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas akses pasar global. Pemerintah terus mendorong agar seluruh program dan fasilitasi perdagangan yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kinerja ekspor nasional," jelas Mendag.

Keberagaman Struktur Ekspor

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan pelepasan ekspor serentak mencerminkan keberagaman struktur ekspor Indonesia.

“Kegiatan ini melibatkan industri besar, UMKM, hingga koperasi, dengan produk yang beragam dari manufaktur hingga produk kreatif,” ujar Fajarini.

Ia menyebut kegiatan tersebut juga menandai partisipasi satu pelaku usaha yang baru pertama kali melakukan ekspor serta keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam kegiatan pelepasan ekspor.

Pemerintah menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja ekspor di tengah dinamika perdagangan global.

Mendag menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong ekspor nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.