Laporan BPS Catat 27,4 Juta Pekerja Terserap di Sektor Ekonomi Kreatif 2025
Rabu, 17 Des 2025, 16:58 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyampaikan berdasarkan laporan statistik ekonomi kreatif dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pekerja ekonomi kreatif tahun 2025 mencapai 27,4 juta orang atau 18,70 persen dari total penduduk bekerja.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan kinerja sektor ekraf melampaui target nasional dan hal itu tidak terlepas dari peran strategis BPS dalam menyediakan data yang akurat dan berkelanjutan.
Menurutnya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (17/12), statistik ekonomi kreatif menjadi fondasi penting bagi perumusan kebijakan berbasis data yang selaras dengan kebutuhan pelaku kreatif di daerah.
âApresiasi saya sampaikan kepada BPS. Kolaborasi ini pernah terjalin sejak 2010, sempat terputus, dan pada 2025 kembali kami hidupkan sebagai implementasi Asta Ekraf, khususnya Ekraf Data, untuk memperkuat data-driven policy making,â ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Laporan tersebut mencakup capaian tenaga kerja, ekspor, dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah pekerja ekonomi kreatif yang mencapai 27,4 juta orang itu melampaui target 2025 sebesar 25,55 juta orang.
Selain itu, lebih dari 50 persen tenaga kerja ekonomi kreatif berusia di bawah 40 tahun menunjukkan sektor ini menjadi sumber lapangan kerja baru yang relevan bagi generasi muda.
Capaian positif lainnya yaitu kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional yang terus menguat.
BPS mencatat ekonomi kreatif terhadap nilai PDB ADHB (Atas Dasar Harga Berlaku) tahun 2024 mencapai 1.611,2 triliun rupiah atau berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar 7,28 persen.
Dalam hal ekspor, ekonomi kreatif mencatat kinerja positif dengan nilai ekspor JanuariâOktober 2025 mencapai 26,68 miliar dollar AS atau 11,96 persen dari total ekspor nonmigas nasional, melampaui target RPJMN 2025 sebesar 26,44 miliar dollar AS.
Subsektor fesyen menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 14,86 miliar dolar AS, disusul kriya sebesar 11,10 miliar dolar AS. Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor, diikuti Swiss dan Jepang.
Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan bahwa capaian ini membuktikan ekonomi kreatif telah bertransformasi menjadi kekuatan nyata. Data ini selaras dengan semangat ekraf sebagai the new engine of growth.
âEkonomi kreatif bukan lagi sekadar potensi, melainkan tambang baru dan mesin baru pertumbuhan ekonomi yang tumbuh dari daerah dan menggerakkan Indonesia,â kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan peningkatan luar biasa di tenaga kerja ekonomi kreatif, tentunya menjadi salah satu kontributor terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
Amalia menyebut PDB ekonomi kreatif Indonesia sejak tahun 2022 hingga tahun 2024 terus meningkat dimana pada tahun 2024 ini pertumbuhan PDB ekraf mencapai 6,57 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen. Ant
- Badan Pusat Statistik (BPS)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Usut Tuntas, Kejati Akan Limpahkan Kasus Reklamasi Pantai Amahami ke Kejari Bima
-
Lelah dan Sakit, Ratusan Korban Selamat KMP Mutiara Santosa 2 Tiba di Tanjung Perak Surabaya
-
SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi akan Dibangun pada 2027
-
ASN NTB Diusulkan Wajib Kenakan Tenun Lokal, Langkah Baru Dongkrak Ekonomi Perajin
-
Pascagempa NTT, PLN: 429 Gardu Listrik Sudah Pulih dan Kembali Beroperasi
-
TPA Open Dumping Sarang “Hantu Belang”
-
John Stones Resmi Gabung Inter Milan, Siap Buka Babak Baru di Serie A
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.