Kemenkes Bertekad Tingkatkan Fasilitas Layanan Kesehatan di Kepulauan Pangkep

Rabu, 17 Des 2025, 18:20 WIB

PANGKEP - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan meningkatkan fasilitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan Kabupaten Pangkep. Ini dilakukan pengadaan berbagai alat kesehatan yang canggih.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, mengatakan pihaknya ingin memastikan masyarakat setempat memperoleh akses layanan kesehatan.

Ket. Foto: Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono (tengah) — Sumber: RRI/Aditya Prabowo

Hal ini disampaikannya saat meninjau Puskesmas Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (17/12).

Keyakinan Wamenkes dilatarbelakangi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). "Saya yakin 100 persen kalau kabupaten ini diberikan fasilitas memadai dan lengkap, pasti akan digunakan secara maksimal," ujar dia.

Dante menambahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep berhasil memeriksa 85 persen dari total 359.943 penduduk setempat. Padahal kabupaten ini memiliki wilayah laut seluas 11.464,44 kilometer persegi, jauh lebih luas dibandingkan wilayah daratannya.

Alat-alat kesehatan yang disediakan antara lain CT Scan, USG, dan mamografi untuk rumah sakit, serta USG Portabel untuk Puskesmas. Kemenkes juga akan mengalokasikan dana Rp44,9 miliar untuk pengadaan alat kesehatan di Pangkep.

Menurut Dante, keberadaan alat kesehatan yang memadai sangat penting untuk mendukung deteksi dini penyakit, termasuk penyakit tidak menular dan kanker pada perempuan.

"Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, puskesmas di Pangkep diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih komprehensif, cepat, dan berkualitas," ujar dia.

Dante menambahkan hal ini sekaligus memperkuat pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Herlina, menyatakan keberadaan alat-alat kesehatan canggih akan memperkuat pelayanan kesehatan untuk masyarakat setempat. Apalagi dengan kondisi geografis Kabupaten Pangkep yang sebagian besar berupa lautan.

"Kuncinya adalah memanfaatkan setiap kesempatan yang ada," ujar dia.

Menurut dia, selama kini pihaknya menjalan strategi jemput bola untuk pelayanan kesehatan masyarakat setempat. Apalagi, lanjut Herlina, banyak warga yang tidak mau diperiksa karena takut sakit. "Kami berharap masyarakat mau memeriksakan kesehatan sejak dini untuk mengetahui kondisi tubuhnya," ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.