Pendaki Hilang di Gunung Sangeang Api, Tim SAR Siapkan Operasi Pencarian

Senin, 15 Des 2025, 20:15 WIB

BIMA - Seorang pendaki bernama Kifen dilaporkan hilang saat melakukan pendakian menuju puncak Gunung Sangeang Api, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Minggu (14/12). 

Tim SAR setempat kini menyiapkan operasi pencarian setelah upaya mandiri rekan korban tak membuahkan hasil.

Ket. Foto: Gunung Sangeang Api terlihat dari pos pengamatan gunung api di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (26/8/2028). — Sumber: ANTARA/HO-PVMBG

Koordinator Pos SAR Bima M Darwis di Bima, Senin, mengatakan pihaknya menerima laporan orang hilang setelah upaya pencarian mandiri oleh rekan korban tidak membuahkan hasil hingga Senin pagi.

"Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (13/12), sekitar pukul 13.00 Wita, ketika empat orang, masing-masing Meri, Aldin, Kafun, dan Kifen, berangkat menuju puncak Gunung Sangeang Api dengan tujuan berburu kambing liar yang banyak ditemukan di kawasan puncak gunung tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan rombongan tiba di lokasi peristirahatan Karombo sekitar pukul 19.00 Wita dan bermalam di lokasi itu.

"Keesokan harinya, Minggu (14/12) pagi, Aldin dan Kifen lebih dulu melanjutkan pendakian menuju puncak, sementara Meri dan Kafun masih berada di lokasi peristirahatan untuk memasak dan menyiapkan perbekalan," katanya.

Sekitar pukul 08.00 Wita, kata Darwis yang alumnus Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) itu, Meri dan Kafun menyusul ke arah puncak. Dalam perjalanan, keduanya bertemu Aldin yang sudah turun kembali dari jalur pendakian.

"Namun hingga beberapa jam berlalu, Kifen tidak kunjung muncul dan tidak tiba di titik pertemuan yang telah disepakati bersama. Karena sudah melewati batas waktu yang disepakati, rekan-rekannya mulai merasa khawatir," katanya.

Rombongan kemudian melakukan pencarian mandiri, dengan menyusuri jalur pendakian, naik hingga puncak dan turun kembali ke lokasi pertemuan awal. Namun, hingga Senin pagi, korban belum berhasil ditemukan.

Dia  mengatakan laporan kehilangan tersebut telah ditindaklanjuti dengan persiapan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dengan melibatkan unsur terkait serta mempertimbangkan kondisi medan dan cuaca di Gunung Sangeang Api.

"Upaya pencarian akan dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan," ujarnya.

Gunung Sangeang Api dikenal memiliki medan terjal dan vegetasi lebat, sehingga pendaki diimbau selalu memperhatikan perencanaan perjalanan, perlengkapan keselamatan, serta komunikasi selama melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.