Budaya Bali Mesti Menjadi Dasar Investasi Hijau Berkelanjutan
Senin, 15 Des 2025, 04:01 WIBDENPASAR â Bali sebagai daerah budaya tak mau meninggalkan kultus dalam setiap napas kehidupan, termasuk investasi hijau berkelanjutan. Pengembang kawasan terpadu Jimbaran Hijau mewakili Bali dan Indonesia dalam ajang Luxury Property Showcase (LPS) Shanghai 2025 yang digelar di Shanghai Exhibition Center, Tiongkok, pada awal Desember 2025.
Partisipasi ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan pendekatan investasi berkelanjutan yang menempatkan nilai budaya dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pengembangan kawasan. Head of Investment and Business Development Jimbaran Hijau, Tavan Dutton mengatakan respons investor di Shanghai mencerminkan perubahan orientasi pasar yang tidak lagi semata mengejar keuntungan finansial.
âMinat yang muncul bukan hanya soal potensi finansial Bali sebagai destinasi premium, tetapi juga bagaimana sebuah proyek dikelola secara bertanggung jawab dan selaras dengan karakter lokal,â ujar Tavan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan, kehadiran Jimbaran Hijau di forum properti internasional tersebut menandai upaya memperluas diplomasi investasi Indonesia, khususnya Bali, di tengah meningkatnya minat investor global terhadap proyek yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurut dia, Bali diposisikan sebagai destinasi investasi yang relatif matang dan resilien, seiring pemulihan sektor pariwisata dan tumbuhnya segmen pariwisata kelas atas.
Di tengah persaingan kawasan tropis Asia Tenggara, pendekatan pembangunan berbasis budaya dinilai menjadi faktor pembeda yang relevan bagi investor jangka panjang. Founder dan CEO Jimbaran Hijau, Putu Agung Prianta menegaskan partisipasi dalam LPS Shanghai 2025 tidak hanya membawa kepentingan bisnis, tetapi juga misi kebudayaan.
âKami memperkenalkan filosofi Tri Hita Karana sebagai fondasi pengembangan kawasan. Pembangunan modern di Bali harus menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya,â kata Putu Agung. Dalam pameran tersebut, Jimbaran Hijau menampilkan sejumlah proyek yang telah dan tengah dikembangkan, antara lain Raffles Bali, Natadesa Resort Residence, dan Jimbaran Hub.
Presentasi difokuskan pada konsep komunitas, pemulihan lingkungan, serta tata kelola kawasan yang berorientasi jangka panjang. Partisipasi Jimbaran Hijau di LPS Shanghai 2025 dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendorong investasi berkualitas yang mendukung pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi daerah.
Ajang ini juga membuka peluang kerja sama strategis dengan investor yang memiliki visi pengembangan destinasi berbasis budaya dan keberlanjutan. "Respons investor menunjukkan bahwa prinsip ini semakin dipahami dan dihargai secara global," ujarnya.
- Investasi Hijau
- budaya bali
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
BGN Setop Sementara 1.256 SPPG di Indonesia Timur Tanpa IPAL dan SLHS
-
Perkuat Investasi Hijau untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan, BP Taskin Lantik Birokrat Asal Lampung Zaidirina sebagai Deputi
-
KPKP Kepulauan Seribu Tenggelamkan 600 Modul Terumbu Karang di Perairan Pulau Pari
-
Panglima TNI Tinjau Persami KKRI di Lanud Halim Perdanakusuma
-
Energi Bersih Makin Ngetop, Investasi Hijau Global Tembus 2,2 Triliun Dollar AS
-
Wali Kota Madiun Siap Tindaklanjuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo untuk Bangun Kota
-
Usai Satu Dekade Bendera Suriah Kembali Berkibar di AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.