Tindak Lanjut Gempa Flores, PU Percepat Pendataan RS, Kantor, dan Sarana Air Bersih

Rabu, 19 Agu 2026, 09:50 WIB

NAGEKEO – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pendataan dan pemeriksaan bangunan layanan publik yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemeriksaan diprioritaskan pada rumah sakit, kantor pemerintahan, fasilitas umum, dan rumah ibadah untuk memastikan keamanan dan kelayakan fungsi.

“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani,” kata Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau lokasi terdampak di Nagekeo, Selasa (18/8).

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pendataan dan pemeriksaan bangunan layanan publik yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) — Sumber: istimewa

Untuk mempercepat kegiatan, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT menambah 11 personel. Mereka dijadwalkan berangkat dari Kupang menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Rabu (19/8/2026) untuk memperkuat 3 personel yang sudah berada di lapangan. Total 14 personel akan diterjunkan.

Pemeriksaan diawali dari Labuan Bajo, termasuk Rumah Sakit Komodo, Kantor Bupati, dan sejumlah bangunan layanan publik lain. Setelah selesai, tim akan bergerak ke Ruteng dan wilayah terdampak lainnya. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan dan perbaikan bangunan.

Pastikan Air Bersih dan Sanitasi

Selain bangunan, Kementerian PU juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana air minum di Nagekeo, Ende, dan Sikka sejak dua hari terakhir. Pemeriksaan mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, dan tampungan air masyarakat.

BPBPK NTT melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Pamsimas untuk membantu pendataan. Tim tidak hanya menginventarisasi, tetapi juga langsung melakukan perbaikan. 

Di Kabupaten Ende, perbaikan dilakukan pada jaringan perpipaan SPAM Inpres 2024 IKK Nangaba di Kecamatan Ende yang terdampak gempa agar layanan air bersih kembali normal.

Sebanyak 10 personel tambahan juga akan diberangkatkan dari Kupang pada Rabu (19/8) untuk mendukung pemeriksaan dan penanganan sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Tim akan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan.

Untuk pemenuhan darurat, di Nagekeo telah dikerahkan 3 unit Mobil Tangki Air (MTA). Dua unit sudah di lokasi, satu unit lainnya merupakan pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo. Selain itu tersedia 16 unit Hidran Umum (HU), dengan 8 unit dukungan baru dan 8 unit pinjam pakai.

Di Kupang masih disiagakan 2 unit MTA dan 1 unit truk tinja. Kementerian PU juga menginventarisasi pos pengungsian untuk memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi terpenuhi, termasuk opsi mobilisasi sarana dari luar NTT seperti dari depo Surabaya.

“Dalam masa tanggap darurat, ketersediaan air bersih dan sanitasi menjadi kebutuhan mendasar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat maupun pengungsi,” tegas Kementerian PU.

Apabila jaringan PDAM berfungsi, sumber air akan dioptimalkan dari sistem perpipaan. Jika belum tersedia atau terganggu, alternatif disiapkan melalui mobil tangki, hidran umum, dan tampungan air sesuai kebutuhan lapangan.

Pengiriman bantuan prasarana air bersih dan sanitasi akan terus dilanjutkan secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan sebagai bagian dari respons cepat pemerintah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.