Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Sumedang Rasakan Biaya Produksi Lebih Ringan.

Rabu, 19 Agu 2026, 10:58 WIB

Petani padi di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merasakan penurunan harga pupuk sekitar 20 persen dibandingkan musim tanam sebelumnya sehingga membantu menekan beban biaya produksi.

Petani setempat Solihin di Sumedang, Jawa Barat, Selasa, mengatakan ketersediaan pupuk, termasuk pupuk bersubsidi, saat ini relatif mudah diperoleh untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi selama kegiatan budidaya padi.

Ket. Foto: Tumpukan pupuk bersubsidi terlihat menjelang pendistribusian kepada petani untuk mendukung kebutuhan sarana produksi pertanian. — Sumber: Antara Foto

“Harga pupuk turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk ketersediaannya juga relatif mudah didapatkan,” kata Solihin.

Menurut dia, harga pupuk NPK Phonska dan Urea pada musim tanam sebelumnya Rp230.000 kini berada sekitar Rp189.000 per kuintal sehingga dinilai membantu petani karena kebutuhan pupuk menjadi salah satu komponen biaya dalam produksi padi.

Pemerintah menetapkan HET pupuk bersubsidi terbaru, yakni Urea Rp1.800 per kilogram dari sebelumnya Rp2.250, NPK Phonska Rp1.840 dari Rp2.300, NPK Kakao Rp2.640 dari Rp3.300, dan pupuk organik Rp640 dari Rp800 per kilogram.

Solihin mengatakan biaya produksi padi saat ini masih berada pada kisaran Rp12 juta hingga Rp15 juta per hektare dengan biaya tenaga kerja untuk kegiatan tanam meningkat dari sekitar Rp60.000-Rp70.000 menjadi sekitar Rp100.000.

Meski sejumlah biaya usaha tani meningkat, kondisi tersebut masih dapat diimbangi kenaikan harga gabah yang diterima petani dengan harga gabah basah saat ini mencapai sekitar Rp7.600 per kilogram sehingga pendapatan dari hasil panen menjadi lebih tinggi.

“Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau dan ketersediaannya cukup, tentu membantu petani dalam memenuhi kebutuhan produksi,” kata Solihin.

Selain pupuk, penggunaan alat dan mesin pertanian pada sejumlah tahapan budidaya hingga panen turut membantu mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual sehingga dapat menekan dampak kenaikan biaya tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi usaha tani.

Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumedang menyebut efisiensi penggunaan pupuk diperkuat melalui pemetaan kondisi lahan dan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan masing-masing wilayah pertanian.

DKPP Sumedang juga memperkuat ketepatan sasaran pupuk bersubsidi melalui pemutakhiran data kebutuhan petani dalam RDKK dan e-RDKK serta pengawasan distribusi. 

Hal tersebut dinilai dapat membantu menurunkan harga pupuk yang lebih rendah sehingga petani masih memiliki ruang untuk menjaga pendapatan meskipun biaya produksi padi tetap mengalami kenaikan.

  • Harga Pupuk Turun

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Sebanyak 16 Perusahaan Masih Jaring Pencari Kerja di Job Fair Online

Pemuda.ai Diluncurkan, Dorong Penguatan Ekosistem AI Nasional

Harga Kakao Kering di Lebak Mengalami Kenaikan hingga Tembus Rp60 Ribu/Kg

Investor Qatar Bidik Lahan Kampung Bandan untuk Proyek Perumahan

PT Telkom Indonesia Nyatakan Konektivitas Digital Pascagempa NTT Sudah Pulih 100 Persen

Hingga Agustus, Samsat Palu Catat Realisasi PKB Rp50,72 Miliar

Mentan Andi Amran Sulaiman Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terlibat Penyimpangan Uang Miliaran

3,6 Ton Daging Tanpa Dokumen Digagalkan di Pelabuhan Merak, Langsung Dimusnahkan.

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Pemkab Lombok Tengah Bentuk Satgas Pengawasan Akomodasi.

Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Matraman Jakarta Timur Terbakar

Ekspor Perikanan Batam ke Singapura Capai 3.678 Ton, Nilainya Rp125 Miliar.

Mataram Siapkan 60.000 Benih Ikan Nila, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat.

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Kompak Turun pada Rabu (19/8)

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Sumedang Rasakan Biaya Produksi Lebih Ringan.

Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 Menjadi Rp2,645 Juta/Gr pada Rabu (19/8)

TelkomGroup Pulihkan 100 Persen Layanan Telekomunikasi Pascagempa NTT

Menaker: Jaminan Sosial Harus Jadi Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja.

PT Pertamina Patra Niaga Bantu 35.000 Lt Air Bersih untuk Warga Maumere

Pameran SBY Art Community 2026 Jadi Jembatan Seni Jakarta dan Berlin

Ekspor TPT Semester I 2026 Capai USD4,85 Miliar, Serap 3,8 Juta Pekerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.